Habiskan Rp1,8 Miliar untuk Mobil, KPU Lebak Kini Gelar FGD di Hotel Mewah

LEBAK, iNewsLebak.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan setelah membeli tiga unit mobil dinas baru jenis Toyota Hilux Double Cabin seharga Rp1,8 miliar.
Melanjutkan rangkaian kegiatan, KPU Lebak tetap menggelar Focus Group Discussion (FGD) di sebuah hotel mewah di Kota Serang, Banten.
Sekretaris KPU Lebak, Toni, mengungkapkan bahwa agenda utama yang akan dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di sebuah hotel mewah di Kota Serang, Banten adalah terkait laporan evaluasi tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024.
“Terkait laporan evaluasi tahapan pemilihan kepala daerah tahun 2024,” ucapnya.
Toni juga menjelaskan alasan pemilihan hotel di Kota Serang sebagai lokasi FGD, menyatakan tempat tersebut lebih nyaman dan kondusif. Menurutnya, ruangan hotel di Serang lebih memadai untuk menampung puluhan orang.
“Karena hotel di Serang ruangannya memadai untuk kegiatan FGD,” jelasnya.
KPU Kabupaten Lebak mengundang berbagai pihak untuk terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait evaluasi Pilkada 2024. Toni, menyebutkan bahwa peserta FGD meliputi jajaran KPU Lebak, unsur Bawaslu, LO Paslon, pemantau pemilu, unsur media, pemerhati pemilu dan pilkada, serta pengajar.
“KPU Lebak turut mengundang Bawaslu, LO paslon, pemantau pemilu, unsur media, pemerhati pemilu pilkada serta akademisi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diselenggarakan di Aston Hotel, Kota Serang, pada hari Selasa, 25 Februari 2025. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu hari.
“Acara ini akan diadakan di Aston hotel Serang, pada Hari Selasa, tanggal 25 Februari 2025 dan dilaksanakan dalam 1 hari,” tuturnya.
Toni, menekankan pentingnya kegiatan FGD ini sebagai tindak lanjut surat dari KPU terkait penyusunan laporan evaluasi Pemilihan Pilkada 2024 dan sebagai bahan perbaikan untuk pemilu selanjutnya.
Ia menyatakan bahwa evaluasi ini krusial untuk terus memperbaiki sistem dan prosedur pemilu maupun pilkada agar lebih baik ke depan. Meskipun terdapat instruksi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, KPU Lebak tetap melaksanakan FGD tersebut.
“Tindak lanjut surat dari KPU RI Nomor 314/PL.01-SD/01/2025 perihal FGD dalam rangka penyusunan laporan evaluasi pemilihan tahun 2024 dan sebagai rangkaian tahapan pilkada untuk melakukan evaluasi serta laporan sebagai bahan perbaikan pemilihan kedepannya,” tutupnya.
Editor : Imam Rachmawan