Gelar FGD di Hotel Mewah, KPU Lebak Ngaku Cuma Habiskan Anggaran Rp30 Juta

LEBAK, iNewsLebak.id - Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak kembali menuai kontroversi dan membuat beberapa kalangan tidak terkejut lagi.
Kegiatan ini menuai kritik dari berbagai pihak, terutama mahasiswa, yang menilai KPU Lebak terlalu boros dan tidak transparan dalam pengelolaan anggaran.
Kontroversi ini muncul setelah membeli tiga unit mobil dinas baru jenis Toyota Hilux Double Cabin seharga Rp1,8 miliar.
Tak lama setelah itu, KPU Lebak kembali mengadakan FGD di hotel mewah di Serang. Yang berdasarkan pengakuan dari KPU Lebak hanya menghabiskan anggaran Rp 30 juta saja.
Dana tersebut digunakan untuk menyewa tempat dan menyediakan konsumsi bagi para peserta. Kasubag perencanaan data dan informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak, Rendi Iswanto mengaku alasan memilih Hotel Aston di Serang karena bisa menampung untuk 52 orang.
Rendi menegaskan bahwa di Kabupaten Lebak belum ada tempat yang representatif untuk menggelar FGD dengan perserta sebanyak itu.
Kegiatan ini diselenggarakan di Aston Hotel, Kota Serang, pada hari Selasa, 25 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari.
Saat disinggung soal biaya yang dialokasikan untuk FGD, Rendi mengaku besaran anggaran yang digunakan sekitar Rp30 juta dan bersumber dari hibah APBD Lebak.
Organisasi Mata Dewa sangat menyayangkan keputusan KPU Lebak untuk melaksanakan FGD di hotel mewah. Mereka menilai KPU Lebak terlalu elitis dan selalu ingin bermewah-mewahan dengan dana hibah.
“Sekarang katanya mau evaluasi, tapi justru malah beli mobil baru dan cari tempat mewah diluar lebak, inikan ironi. Evaluasi itu berbenah, memperbaiki apa yang kurang, bukan justru menambah kekurangan,” ujar Repi Rizali, Selasa (25/02/2025).
Menurutnya, KPU Lebak seharusnya bisa lebih efisien dalam menggunakan anggaran, terutama di tengah kondisi efisiensi yang sedang dilakukan oleh pemerintah.
Semnetara itu , Sekretaris KPU Lebak, Toni juga menjelaskan bahwa pemilihan hotel di Kota Serang karena tempatnya lebih nyaman dan kondusif, serta ruangannya memadai untuk kegiatan FGD.
Editor : Imam Rachmawan