Sawah di Lebak Terendam Banjir, 50 Hektare Dipastikan Gagal Panen

Salsabilla Putri Arlinda
Petani melintasi sawah yang terendam banjir di Kabupaten Lebak, Banten, akibat hujan lebat yang berisiko menyebabkan gagal panen. (Foto: Istimewa).

LEBAK, iNewsLebak.id - Banjir yang melanda Kabupaten Lebak, Banten, sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 merendam ratusan hektare lahan persawahan. Puluhan hektare sawah gagal panen dan sebagian lainnya terancam puso.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyebut banjir yang melanda sejumlah wilayah telah berdampak pada ratusan hektare lahan persawahan. Total luas sawah terdampak tercatat mencapai 269 hektare, dengan puluhan hektare di antaranya mengalami kerusakan parah.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 hektare sawah di Desa Cisangu dilaporkan gagal panen, sementara 73 hektare lainnya saat ini berada dalam kondisi terancam puso.

“Ada 269 hektare area persawahan terdampak, 50 hektare di Desa Cisangu gagal panen dan 73 hektare terancam,” kata Rahmat, Selasa (20/1/2026).

Rahmat menjelaskan, lahan pertanian yang terdampak banjir tidak hanya berada di satu wilayah, melainkan tersebar di sejumlah kecamatan. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Cilograng, Cibadak, Malingping, dan Wanasalam. Menurutnya, wilayah-wilayah tersebut kerap mengalami banjir setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Lebak dan sekitarnya.

Terkait kondisi tersebut, Rahmat berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk membantu penanganan banjir yang kerap melanda wilayah pertanian.

“Kami harap dari Pemprov Banten juga ada upaya ya untuk membantu, terutama supaya banjir bisa berkurang,” ujarnya.

Untuk membantu petani yang terdampak, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah. Bantuan yang diajukan berupa bibit padi untuk lahan seluas 50 hektare yang telah dipastikan mengalami gagal panen.

“Tentu jumlahnya sesuai dengan luasan lahan ya, 50 hektare. Dengan bantuan bibit tersebut, semoga bisa meringankan beban petani, terutama untuk kebutuhan menanam kembali,” ujar Rahmat. 

Selain bantuan bibit, Rahmat juga berharap adanya perhatian dan upaya dari pemerintah provinsi untuk membantu mengurangi dampak banjir di wilayah pertanian Lebak, terutama di daerah yang kerap terdampak saat musim hujan.

 

Editor : Imam Rachmawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network