Catat! Tanggal Libur dan Cuti Lebaran 2025

LEBAK, iNews Lebak.id - Sebentar lagi bulan yang ditunggu-tunggu seluruh umat Muslim di dunia akan segera tiba. Bulan Ramadan, bulan penuh Rahmat dan ampunan akan menjadi momen tersendiri bagi keluarga dekat. Beberapa orang, bahkan sudah ada yang mempersiapkan agenda untuk libur panjang di Hari Raya nanti.
Libur nasional dan cuti bersama telah diumumkan oleh Menteri Agama (Menag) melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Nomor 1017 tahun 2024 yang disetujui oleh dua Menteri lain, Menteri PANRB dan Menaker.
Lantas, libur Lebaran 2025 sampai tanggal berapa?
Dalam surat tersebut tertulis jika libur nasional Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 31 Maret dan 1 April 2025. Sedangkan, cuti bersama Idul Fitri akan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 2, 3, 4 dan 7 April 2025.
Berdasarkan SKB 3 tersebut libur Lebaran akan jatuh selama enam hari. eits, enam hari tersebut baru dihitung dari cuti dan libur nasional, belum bersama dengan weekend pada tanggal-tanggal tersebut.
Untuk menentukan libur Lebaran 2025 sampai tanggal berapa? Perhatikan rincian berikut:
Setidaknya, libur Idul Fitri 1446 Hijriah akan berlangsung selama delapan hari berturut-turut.
Ilustrasi pantauan Hilal, jatuhnya 1 Syawal 1446 Hijriah. (Foto: Pixabay)
Meski begitu, keputusan tersebut juga masih menunggu Hilal jatuhnya satu Syawal dan Ramadan yang akan diputuskan melalui Sidang Isbat oleh Kementerian Agama (Kemenag).
Melansir dari laman resmi Kemenag, Sidang Isbat akan dilakukan pada 28 Februari, untuk menentukan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1446 Hijriah. Sidang yang dijadwalkan akan dipimpin oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar tersebut akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
Selain itu, sidang ini juga akan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain perwakilan dari organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), para ahli falak, serta perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Mahkamah Agung.
Sidang Isbat akan melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah penyampaian data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Tahap kedua adalah validasi hasil pengamatan hilal dari berbagai titik di Indonesia. Tahap terakhir adalah musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada masyarakat.
Dengan begitu, Meskipun Kemenag telah menerbitkan SKB mengenai libur dan cuti bersama Lebaran 2025, masyarakat Indonesia masih harus menunggu hasil Sidang Isbat untuk mendapatkan kepastian kapan Hari Raya Idul Fitri akan dimulai.
Editor : Imam Rachmawan