get app
inews
Aa Text
Read Next : Lindungi Adat Baduy, Pemkab Lebak Siapkan Peraturan Ketat Larangan Drone dan Konten

7 Tips Berkunjung ke Perkampungan Baduy: Etika dan Hal yang Perlu Diketahui

Senin, 24 Maret 2025 | 15:00 WIB
header img
Rumah masyarakat Suku Baduy, untuk mengetahui tips berkunjung ke Kampung Baduy. (Foto: Istimewa)

LEBAK, iNewsLebak.id - Kampung Baduy, yang terletak di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten. Menawarkan pengalaman wisata budaya yang unik dan autentik. Suku Baduy dikenal dengan gaya hidup sederhana dan teguh memegang tradisi leluhur mereka.

Namun, sebelum berkunjung ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui agar perjalananmu lebih nyaman dan sesuai dengan adat setempat. Mulai dari aturan berpakaian, etika berinteraksi, berikut 7 tips berkunjung ke Kampung Baduy berjalan lancar dan berkesan.

Berkunjung ke perkampungan Baduy menawarkan pengalaman unik dalam memahami kearifan lokal dan tradisi yang masih terjaga. Namun, penting bagi wisatawan untuk menghormati adat istiadat setempat. Berikut beberapa tips berkunjung ke Kampung Baduy dan etika yang perlu diperhatikan

7 Tips Berkunjung ke Kampung Baduy


Masyarakat Suku Baduy, untuk mengetahui tips berkunjung ke Kampung Baduy. (Foto: Istimewa) 

1. Persiapan Fisik yang Matang

Perjalanan menuju perkampungan Baduy memerlukan kondisi fisik yang prima. Wisatawan harus berjalan kaki selama 2-4 jam untuk mencapai lokasi. Oleh karena itu, latihan fisik sebelum keberangkatan sangat dianjurkan. 

2. Pembatasan Penggunaan Teknologi

Di wilayah Baduy Dalam, penggunaan perangkat teknologi seperti kamera, ponsel, dan alat elektronik lainnya dilarang. Wisatawan juga tidak diperkenankan mengambil foto atau video di area ini. 

3. Patuhi Aturan Adat dan Larangan

Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Masyarakat Baduy sangat menjaga kebersihan lingkungan. Wisatawan harus memastikan sampah dibuang pada tempatnya dan tidak mencemari alam sekitar. 

Larangan Membawa Narkoba dan Minuman Keras

Membawa atau mengonsumsi narkoba dan minuman keras di wilayah Baduy sangat dilarang dan dapat berujung pada sanksi adat atau hukum. 

Menghormati Kesopanan dan Etika

Bertindak asusila atau berkata kotor sangat tidak diperbolehkan. Wisatawan diharapkan menjaga sikap dan tutur kata selama berada di perkampungan Baduy. 

4. Pembatasan Akses Selama Bulan Kawalu

Pada bulan Kawalu, sesuai penanggalan adat Baduy, pengunjung dilarang masuk ke Baduy Dalam. Pelarangan ini berlangsung selama tiga bulan berturut-turut. 

5. Larangan Memetik atau Merusak Tanaman

Wisatawan tidak diperkenankan memetik atau merusak tanaman selama berada di wilayah Baduy, sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan adat setempat. 

6. Tidak Masuk ke Hutan Lindung

Pengunjung dilarang masuk ke hutan lindung dan hutan tutupan (leuweung kolot) yang sangat dilindungi kelestariannya oleh masyarakat Baduy. 

7. Penggunaan Fasilitas Modern

Di Baduy Dalam, penggunaan perangkat teknologi modern seperti kamera, ponsel, dan alat elektronik lainnya dilarang. Sementara di Baduy Luar, penggunaan teknologi mulai diperbolehkan dalam batas tertentu, misalnya penggunaan ponsel sudah diterima, tetapi tetap harus digunakan secara bijak dan tidak berlebihan. 

Kampung Baduy memiliki kearifan lokal yang kuat dalam mengelola lingkungan. Masyarakatnya membagi wilayah mereka menjadi beberapa zona, termasuk kawasan permukiman, lahan pertanian, dan hutan adat yang dilindungi secara ketat.

Hutan adat ini menjadi sumber kehidupan mereka, menyediakan air, makanan, dan keseimbangan ekosistem yang sangat dijaga. Hukum adat yang melarang penebangan liar dan eksploitasi alam telah membantu menjaga keasrian lingkungan Kampung Baduy.

Setelah mengetahui tips berkunjung ke Kampung Baduy, masyarakat luas dapat berkontribusi dalam melindungi Kampung Baduy dengan menghormati aturan adat yang berlaku. 

Misalnya, pengunjung sebaiknya mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, seperti tidak mengambil atau merusak sumber daya alam di wilayah mereka. Selain itu, mendukung pendidikan mengenai kearifan lokal Baduy juga menjadi langkah penting dalam memastikan nilai-nilai adat tetap bertahan.

Pengakuan resmi terhadap Kampung Baduy sebagai situs warisan budaya juga bisa membantu meningkatkan perlindungan terhadap lingkungan dan tradisi mereka.

Dengan menjaga kelestarian Kampung Baduy, kita turut melestarikan salah satu bentuk kearifan lokal yang berharga serta memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup untuk generasi mendatang.

 

Editor : Imam Rachmawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut