get app
inews
Aa Text
Read Next : 6 Penginapan Murah di Lebak yang Paling Banyak Dikunjungi, Harga Bersahabat!

Hujan Lebat Picu Pergerakan Tanah di Lebak, 19 Rumah dan Musala Rusak

Senin, 26 Januari 2026 | 12:50 WIB
header img
Bangungan warga yang ambruk akibat pergerakan tanah yang terjadi di Desa Cigoong Utara, Cikulur, Lebak, Banten. (dok. istimewa)

LEBAK, iNewsLebak.id - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak, Banten, memicu pergerakan tanah di Kecamatan Cikulur. Mengakibatkan puluhan bangunan warga mengalami kerusakan. Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam (22/1/2026), tepatnya di lingkungan RT Marga Mulya.

Sekitar 19 rumah serta satu mushalla di Desa Cigoong Utara terdampak setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Menyebabkan kontur tanah bergeser dan memicu retakan pada sejumlah bangunan warga.

“Semua warga di sini masih siaga, karena khawatir kondisi rumah ambruk,” kata Ketua Rukun Warga (RW) 03 Desa Cigoong Utara Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Kojles saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Minggu (25/1/2026).

Ia mengatakan sebagian besar rumah yang terdampak mengalami kerusakan pada dinding dan pondasi. Warga saat ini masih bertahan di rumah masing-masing, namun tetap dalam kondisi siaga.

“Kami sekarang memfokuskan keselamatan dan setiap hari siaga, karena khawatir terjadi cuaca ekstrem lagi," ujar Kojles.

Dari puluhan rumah yang terdampak, satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi bangunannya dinilai hampir roboh. Sementara warga lainnya memilih tetap tinggal sembari mengamankan barang penting.

Salah satu warga, Ahmad, mengungkapkan dinding rumahnya mengalami retak cukup parah sejak peristiwa tersebut. Ia mengaku khawatir hujan lanjutan bisa memperburuk kondisi bangunan.

“Pergerakan tanah itu tentu warga waspada karena khawatir terjadi bencana susulan,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak telah menerima laporan kejadian tersebut dan segera menurunkan tim untuk melakukan asesmen lapangan. Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga terdampak tengah dilakukan sebagai dasar penanganan lanjutan.

“Kami setelah melakukan asesmen, nantinya dilaporkan ke pimpinan yakni sekda untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

 

Editor : Imam Rachmawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut