get app
inews
Aa Text
Read Next : 6 Penginapan Murah di Lebak yang Paling Banyak Dikunjungi, Harga Bersahabat!

Lonjakan Harga Ikan Picu Penurunan Omzet Pedagang di Pasar Rangkasbitung

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:00 WIB
header img
Pedagang ikan di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengalami penurunan omzet akibat pasokan dari nelayan menurun. (Foto: Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id - Harga ikan di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, melonjak dalam dua pekan terakhir seiring menurunnya pasokan akibat cuaca ekstrem. Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional itu tampak lebih sepi dari biasanya.

Kenaikan harga paling terasa terjadi pada ikan laut. Sejumlah pedagang mengaku kesulitan mendapatkan stok karena banyak nelayan memilih tidak melaut akibat gelombang tinggi.

Pedagang ikan laut, Endri, mengatakan lonjakan harga mulai terjadi sekitar 13 hari terakhir. 

“Kalau stok sedikit, harga otomatis naik. Sekarang cumi sudah tembus Rp90 ribu sampai Rp105 ribu per kilo, padahal sebelumnya masih di Rp60 ribu,” ujar Endri, Senin (2/2/2026).

Selain cumi, harga ikan kembung turut merangkak naik. Dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, kini berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp60 ribu di sejumlah lapak.

Udang juga mengalami kenaikan cukup tajam. Harga yang semula sekitar Rp40 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp54 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung ukuran.

Sementara itu, ikan tenggiri yang sebelumnya dijual Rp100 ribu per kilogram kini dipasarkan dengan harga Rp120 ribu hingga Rp140 ribu.

Endri menyebut kenaikan harga berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

“Konsumen masih datang, tapi belinya dikit-dikit. Biasanya satu kilo, sekarang setengah kilo,” katanya.

Kondisi serupa dirasakan pedagang ikan air tawar. Yana, pedagang ikan mas, menyebut harga ikan mas naik sekitar Rp10 ribu per kilogram.

Dari sebelumnya Rp35 ribu, kini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu.

Menurut Yana, kenaikan harga ikan air tawar dipicu menurunnya produksi di sentra budidaya.

Ia mengungkapkan banyak ikan di wilayah Cirata mati akibat penyakit, sehingga pasokan ke pasar berkurang.

“Barangnya susah, jadi harga ikut naik. Tapi yang berat itu daya beli turun,” ujar Yana.

Ia mengaku omzet penjualan ikut merosot sejak harga ikan melonjak. Dalam sehari, pendapatan bisa turun hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.

“Pembeli banyak yang mengeluh, ada yang batal beli. Kita pedagang cuma bisa menyesuaikan,” tambahnya.

Para pedagang berharap cuaca segera membaik agar nelayan kembali melaut dan pasokan ikan kembali normal. 

Mereka menilai stabilnya harga sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta keberlangsungan pedagang kecil di pasar tradisional.

Editor : Imam Rachmawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut