Penambang Tewas Tertimpa Reruntuhan Tebing di Lebak
LEBAK iNewsLebak.id - Seorang penambang batu di Kabupaten Lebak, Ubaidillah (36), meninggal dunia setelah tertimpa runtuhan tebing tambang saat bekerja secara manual di Kecamatan Gunungkencana, Senin (9/2/2026) pagi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di area tambang batu manual di wilayah Kecamatan Gunungkencana. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah melakukan aktivitas penambangan secara manual di bagian bawah tebing galian bersama sejumlah rekannya.
Kapolsek Gunung Kencana AKP Supar menjelaskan, sebelum kejadian korban berada tepat di bawah tebing galian yang di bagian atasnya terdapat bongkahan batu berukuran besar. Batu tersebut diduga tidak stabil hingga akhirnya mengalami longsor dan menimpa korban.
“Saat korban sedang membelah batu di bagian bawah, di atasnya ada batu besar. Tiba-tiba batu itu longsor dan langsung menimpa korban,” ujarnya
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena ukuran bongkahan batu yang menimpa tubuh korban tergolong besar.
“Evakuasi cukup lama karena ukuran batunya besar. Korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian jenazah dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
AKP Supar menambahkan, aktivitas penambangan batu di lokasi tersebut dilakukan secara manual dan tidak bersifat rutin. Menurutnya, para penambang biasanya bekerja secara musiman dan hanya datang ke lokasi tambang saat tidak memiliki pekerjaan lain.
Sementara itu, Camat Gunungkencana Firman Arif Hidayat mengatakan peristiwa tersebut telah ditangani oleh aparat kepolisian dan korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan serupa karena minimnya perlengkapan keselamatan kerja.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas itu. Peralatan keamanan sangat minim sehingga rawan menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.
Ia menambahkan, lokasi tambang batu tersebut saat ini telah ditutup oleh pihak kepolisian. Penutupan dilakukan untuk kepentingan penyelidikan sekaligus mencegah adanya aktivitas penambangan lanjutan yang berpotensi menimbulkan korban berikutnya.
“Sudah ditutup oleh kepolisian, agar lokasi tersebut tidak dijadikan lagi aktivitas tambang,” katanya.
Editor : Imam Rachmawan