Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam dan Kerbau di Pasar Rangkasbitung Naik
Lebak, iNewsLebak.id – Menjelang bulan suci Ramadan, harga daging ayam dan daging kerbau di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir akibat pasokan yang menipis. Saat ini, daging ayam dijual Rp40 ribu per kilogram, sementara harga daging kerbau mencapai Rp180 ribu per kilogram.
Kenaikan harga daging tersebut dirasakan para pedagang sejak beberapa hari terakhir. Salah seorang pedagang ayam di Pasar Rangkasbitung, Andi, mengatakan harga daging ayam sebelumnya masih berada di angka Rp35 ribu per kilogram. Namun, harga terus naik secara bertahap hingga menyentuh Rp40 ribu per kilogram.
“Harga daging ayam sekarang Rp40 ribu per kilogram. Kenaikannya baru tiga hari. Sebelumnya Rp35 ribu, naik ke Rp38 ribu, sekarang Rp40 ribu,” ujar Andi saat ditemui di lapaknya, Rabu (11/2/2026).
Menurut Andi, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa, sementara pasokan dari distributor justru berkurang. Kondisi tersebut membuat harga daging ayam di pasaran tidak stabil.
“Selain karena menjelang puasa, pasokan juga sedang sedikit,” katanya.
Lonjakan harga daging ayam berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Andi mengungkapkan, kenaikan harga membuat jumlah pembelian konsumen mengalami penurunan, sehingga omzet pedagang ikut terdampak.
“Omzet menurun. Biasanya pembeli ambil 4 kilogram, sekarang paling 3 kilogram karena harganya mahal,” ucapnya.
Ia memperkirakan harga daging ayam masih berpotensi mengalami kenaikan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Bahkan, harga daging ayam diprediksi bisa mencapai Rp45 ribu per kilogram jika pasokan belum kembali normal.
“Harapannya bisa turun lagi supaya pembeli tidak keberatan dan pedagang juga tetap bisa jualan,” tuturnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging kerbau. Salah seorang pedagang daging kerbau di Pasar Rangkasbitung, Mulyadi, mengaku saat ini stok daging kerbau di pasaran mengalami kekosongan, sementara harga sudah melonjak cukup tinggi.
“Stok kosong. Harga sekarang Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram,” ujarnya.
Mulyadi menyebutkan, kenaikan harga daging kerbau juga terjadi dalam tiga hari terakhir. Dampaknya, volume penjualan turun drastis dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, ia tetap memilih berjualan untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
“Biasanya bisa jual 50 kilogram, sekarang paling 10 kilogram. Walaupun mahal, tetap jualan demi menjaga langganan,” katanya.
Ia berharap harga daging kerbau dapat kembali stabil seperti kondisi normal di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Menurutnya, harga yang terlalu tinggi saat ini sangat memberatkan konsumen.
“Kalau sekarang sangat memberatkan konsumen,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, membenarkan adanya kenaikan harga daging menjelang Ramadan. Ia menyatakan, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh menurunnya pasokan di pasaran.
“Kenaikan terjadi karena pasokan menipis menjelang puasa. Untuk memastikan kondisi, kami terus melakukan pemantauan,” ujarnya.
Yani menambahkan, kenaikan harga daging kerbau menjelang Ramadan merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Bahkan, harga daging kerbau berpotensi menembus angka Rp200 ribu per kilogram.
“Setiap Ramadan biasanya naik, bisa sampai Rp200 ribu per kilogram,” katanya.
Lonjakan harga dan keterbatasan stok tersebut membuat sebagian pedagang memilih menutup lapak sementara waktu untuk menghindari kerugian. Kondisi ini menjadi sinyal awal tekanan harga pangan di Kabupaten Lebak menjelang Ramadan, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan melemahnya daya beli.
Editor : Editor iNews Lebak