get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Tegaskan SPPG di Lebak Bisa Ditutup Jika IPAL Tak Penuhi Standar

Indeks Risiko Bencana Tinggi, Anggaran BTT Lebak 2026 Dipangkas Drastis

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:30 WIB
header img
Sukanta, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak. (Foto: iNews.id)

LEBAK, iNewsLebak.id - Kabupaten Lebak yang masuk kategori wilayah berisiko bencana tinggi justru mengalami pemangkasan signifikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) pada APBD 2026. 

Skor Indeks Risiko Bencana di Lebak tercatat 189,37 poin pada 2025. Namun, alokasi BTT turun dari Rp29,7 miliar menjadi Rp12,7 miliar.

Data Indeks Risiko Bencana yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana menempatkan Lebak dalam kategori risiko tinggi secara nasional. Dukungan fiskal untuk penanganan keadaan darurat justru berkurang lebih dari separuh dibanding tahun sebelumnya. 

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Sukanta, mengakui kondisi tersebut berdampak langsung terhadap respons penanganan bencana, terutama untuk perbaikan infrastruktur dan hunian warga terdampak.

“Iya, pasti berdampak. Termasuk yang berkaitan dengan kerusakan infrastruktur akibat bencana ini belum semuanya tertangani. Masih ada beberapa titik yang menjadi aspirasi masyarakat dan belum tertangani,” kata Sukanta, Selasa (24/2/2026).

Dari total Rp12,7 miliar yang tersedia, sekitar Rp2,5 miliar telah dialokasikan untuk pematangan lahan Hunian Tetap (Huntap) di Kecamatan Lebakgedong. Alokasi tersebut membuat kapasitas pembiayaan untuk kebutuhan lain semakin terbatas.

“Yang kami pikirkan saat ini adalah penanganan rumah terdampak bencana di tahun 2025 sampai 2026. Perhitungan sementara ada sekitar 253 rumah,” ujarnya.

Ratusan rumah itu mengalami kerusakan akibat longsor, pohon tumbang, dan kebakaran. Selain hunian, sejumlah jalan poros desa di Bojongleles, Cibadak, dan Ciparay juga belum tertangani.

Sukanta menegaskan kebutuhan anggaran ideal jauh lebih besar dari yang tersedia saat ini. 

“Seharusnya kebutuhan anggaran tidak kurang dari Rp70 miliar. Itu yang menjadi persoalan, karena APBD kita terbatas, PAD juga sangat terbatas, sementara wilayahnya sangat luas,” pungkasnya.

Editor : iNews Lebak

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut