get app
inews
Aa Text
Read Next : Belum Kebagian Program Makan Bergizi Gratis, Siswa di Malingping Terus Menanti

Tetap Ingin Ngopi Saat Puasa? Ini Cara Aman Agar Tidak Ganggu Kesehatan

Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:24 WIB
header img
Ilustrasi kopi. (Freepik)

LEBAK, iNewsLebak.id - Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Namun saat Ramadan, kebiasaan ini perlu disesuaikan karena tubuh mengalami perubahan pola makan dan minum selama menjalani puasa.

Kafein dalam kopi memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine. Jika dikonsumsi dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi setelah berjam-jam menahan haus. Selain itu, kopi juga dapat memengaruhi kondisi lambung serta kualitas istirahat bila diminum pada waktu yang kurang tepat. 

Meski begitu, kebiasaan minum kopi tidak harus sepenuhnya dihentikan selama puasa. Dengan memahami waktu konsumsi, jumlah yang aman, dan cara minum yang tepat, kopi tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu kesehatan.

Mengenal Efek Kopi pada Tubuh Saat Puasa

Selama berpuasa, tubuh mengalami sejumlah perubahan. Kadar gula darah cenderung menurun, cadangan energi mulai digunakan, dan produksi asam lambung tetap berlangsung meskipun tidak ada makanan yang masuk.

Dalam kondisi tersebut, kafein dapat memberikan efek stimulan yang membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Biasanya efek ini berlangsung sekitar tiga hingga enam jam setelah kopi dikonsumsi.

Namun jika diminum secara berlebihan atau pada waktu yang tidak tepat, kopi juga dapat menimbulkan beberapa keluhan. Sifat diuretiknya dapat mempercepat pengeluaran cairan tubuh. Tanpa asupan air yang cukup, tubuh bisa lebih cepat merasa haus atau lelah saat berpuasa.

Selain itu, minum kopi saat perut kosong berpotensi meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu rasa perih atau mual pada sebagian orang.

Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi

Pengaturan waktu menjadi faktor penting agar konsumsi kopi tidak mengganggu ibadah puasa.

Banyak ahli menyarankan kopi diminum setelah berbuka puasa. Pada waktu tersebut, tubuh sudah mendapatkan cairan dan makanan sehingga lambung tidak dalam kondisi kosong. Mengonsumsi kopi sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka dinilai lebih aman karena efek kafein dapat diimbangi dengan nutrisi dan cairan yang cukup.

Minum kopi saat sahur sebenarnya masih diperbolehkan bagi orang yang sudah terbiasa. Namun sebaiknya kopi diminum setelah makan utama, bukan saat perut kosong. Setelahnya, penting untuk menambah asupan air putih agar tubuh tetap terhidrasi.

Bagi orang yang memiliki lambung sensitif atau mudah merasa haus, waktu setelah berbuka biasanya lebih disarankan.

Perhatikan Batas Konsumsi

Jumlah kopi yang diminum juga perlu dibatasi. Konsumsi berlebihan dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar, rasa gelisah, hingga gangguan tidur.

Selama puasa, satu cangkir kopi sekitar 150 mililiter per hari umumnya dianggap cukup aman bagi kebanyakan orang. Jumlah ini masih dapat memberikan efek stimulan ringan tanpa memberi beban berlebih pada tubuh.

Jika sebelumnya terbiasa minum kopi dalam jumlah lebih banyak, sebaiknya mulai menguranginya secara bertahap agar tubuh lebih mudah beradaptasi selama Ramadan.

Pilih Jenis Kopi yang Lebih Ringan

Jenis kopi yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi kenyamanan tubuh selama puasa. Kopi dengan tingkat keasaman lebih rendah seperti cold brew atau kopi dengan tingkat sangrai medium roast cenderung lebih ringan bagi lambung.

Menambahkan sedikit susu juga dapat membantu menyeimbangkan rasa sekaligus mengurangi keasaman kopi.

Sebaliknya, kopi instan dengan kandungan gula tinggi sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan asupan gula secara berlebihan dan membuat tubuh lebih cepat merasa haus.

Cara Aman Mengonsumsi Kopi

Agar konsumsi kopi tetap aman selama puasa, ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan.

Pertama, pastikan kopi diminum setelah mengonsumsi makanan ringan atau makanan utama. Saat berbuka, misalnya setelah kurma atau makanan pembuka lainnya.

Kedua, imbangi konsumsi kopi dengan asupan air putih yang cukup. Pola minum 2-4-2 sering dianjurkan, yaitu dua gelas air saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Terakhir, hindari minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur karena efek kafein dapat bertahan hingga enam sampai delapan jam.

Dengan pengaturan waktu, jumlah, dan cara konsumsi yang tepat, kebiasaan minum kopi tetap dapat dinikmati selama Ramadan tanpa mengganggu kesehatan maupun kenyamanan menjalani puasa.

 

Editor : U Suryana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut