"Tidak ada yang datang atau menghubungi saya untuk pakai mobil siaga. Mobil pun ada stand by. Kalau peristiwa itu, saya klarifikasi tadi ke bidan desa, bahwa itu inisiatif beliau, kebetulan suaminya kerja di Dishub pas libur, jadi dibawa ke Polotot," terang Adung.
Dirinya pun menampik bahwa mobil siaga desa tak digunakan untuk kepentingan masyarakat, "Untuk kebutuhan masyarakat Pak, bahkan jika ada yang datang dan butuh kendaraan sekalipun mobil siaga keluar, sering kali pakai mobil pribadi saya," pungkasnya.
Editor : U Suryana
Artikel Terkait