Belum Musim Panen, Harga Cengkeh di Lebak Stabil Rp100.000 per Kg

Rifqi Ramadhan
Cengkeh kering dijemur petani di Lebak sebelum dipasarkan. (Foto: Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id – Harga cengkeh kering di Kabupaten Lebak, Banten, masih bertahan di angka Rp100.000 per kilogram meski belum memasuki musim panen. Stabilnya harga tersebut dipengaruhi pasokan terbatas yang masih mengandalkan sisa panen tahun sebelumnya.

Seorang pedagang hasil bumi di Rangkasbitung, Bambang, mengatakan volume cengkeh kering yang masuk ke pasaran saat ini relatif kecil.

“Kita sekarang paling bantar menampung di bawah satu ton per bulan,” kata Bambang, Senin (19/1/2026).

Menurut Bambang, belum masuknya musim panen membuat penjualan cengkeh kering masih terbatas. Kondisi cuaca juga menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan stok di pasaran.

“Kami bisa menampung cengkeh kering sekitar 30–60 kilogram per hari,” katanya.

Ia menjelaskan, cengkeh yang diperdagangkan saat ini sebagian besar berasal dari sisa panen tahun lalu. Petani biasanya menjual cengkeh kering dalam jumlah kecil, berkisar antara lima hingga 30 kilogram per transaksi.

Bambang menambahkan, sentra perkebunan cengkeh di Kabupaten Lebak tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Lebak Gedong, Muncang, Cipanas, Cibeber, Cigemblong, Cirinten, Cilograng, Bayah, dan Panggarangan. Wilayah tersebut didominasi kawasan perbukitan dan pegunungan, termasuk area konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

“Kami menampung cengkeh kering dari daerah itu,” katanya.

Sementara itu, Soleh, seorang petani cengkeh, mengaku menjual 30 kilogram cengkeh kering ke Rangkasbitung dengan harga Rp100.000 per kilogram.

“Ekonomi keluarga dari hasil perkebunan cengkeh seluas satu hektare bisa menghasilkan produksi hingga 1,5 ton cengkeh kering,” katanya.

Soleh menjelaskan, cengkeh yang dijual saat ini merupakan sisa panen tahun 2024 karena sepanjang 2025 belum memasuki masa panen.

Di sisi lain, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan permintaan pasar terhadap cengkeh masih cukup tinggi. Pemerintah daerah pun mendorong petani untuk terus mengembangkan komoditas tersebut.

“Kami minta petani ke depan produksi cengkeh menjadi andalan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, luas perkebunan cengkeh milik masyarakat di Kabupaten Lebak mencapai sekitar 13.500 hektare dengan produksi mencapai ribuan ton per tahun.

Editor : Imam Rachmawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network