Cuaca Ekstrem Melanda, BPBD Lebak Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Salsabilla Putri Arlinda
Kondisi jalan di wilayah Banten yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, warga diimbau waspada. (Dok. Istimewa)

LEBAK, iNewsLebak.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem menyusul masuknya seluruh wilayah Provinsi Banten ke puncak musim hujan pada dasarian III Januari 2026. 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini dipicu oleh aktifnya aliran massa udara serta fenomena La Niña lemah yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun.

Peringatan tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor, di sejumlah wilayah rawan. Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi dua daerah yang mendapat perhatian khusus akibat tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Lebak, Sukanta, mengatakan pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan di titik-titik rawan bencana. Ia menegaskan pentingnya masyarakat mengakses informasi resmi agar tidak terpengaruh kabar tidak benar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD agar tidak termakan isu hoaks terkait bencana,” ujar Sukanta di Rangkasbitung, Kamis (22/1/2026).

Menurut prakiraan cuaca 10 harian, hujan lebat diprediksi terjadi secara merata di sejumlah kecamatan di Lebak, seperti Muncang, Sajira, dan Cipanas, serta wilayah pesisir selatan, termasuk Bayah. Wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi dua daerah yang mendapatkan perhatian khusus karena intensitas curah hujan yang tinggi. 

Selain hujan dengan intensitas tinggi, BPBD juga mewaspadai potensi banjir pesisir atau ROB di wilayah perairan selatan Lebak pada akhir Januari. Ancaman ini dipicu oleh pola tekanan rendah di perairan barat Sumatera yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang. 

BPBD Lebak meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk memantau debit air, terutama jika hujan berlangsung lebih dari tiga jam.

“Pastikan saluran air tidak tersumbat dan segera mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi jika air mulai naik,” kata Sukanta.

Ancaman lain yang turut menjadi perhatian adalah gelombang tinggi di Perairan Selatan Lebak dan Pandeglang. Perkiraan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kondisi tersebut berisiko bagi keselamatan nelayan dan pengguna transportasi laut, sehingga masyarakat diimbau menunda aktivitas melaut saat cuaca tidak mendukung.

BPBD juga mengingatkan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat berpotensi mengurangi jarak pandang, menyebabkan jalan licin, serta memicu pohon tumbang, terutama di jalur perbukitan dan daerah rawan longsor.

Berdasarkan data BPBD Lebak, Kecamatan Banjarsari saat ini berstatus Waspada dengan curah hujan mencapai 150–200 milimeter per dasarian. Sementara itu, beberapa kecamatan di Kabupaten Pandeglang telah masuk kategori Siaga. 

Kondisi tersebut menandakan perlunya koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami tetap tenang, siaga, dan waspada dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di lapangan,” tutup Sukanta.

Editor : Imam Rachmawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network