Waspada Virus Nipah, Pemprov Banten Tingkatkan Pemantauan Kesehatan di Bandara Soetta

Rifqi Ramadhan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti (Foto: Ist)

Lebak, iNewsLebak.id – Pemerintah Provinsi Banten memperkuat pemantauan kesehatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai langkah antisipasi potensi masuknya virus Nipah, menyusul tingginya pergerakan penumpang melalui bandara tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah kini kembali diaktifkan melalui pemantauan kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu titik krusial pengawasan.

“Surveilans aktif baru di-alert, dinyalakan. Surveilans seperti apa? Ini kan kita menggunakan Bandara Soekarno-Hatta yang sering jadi pintu masuk,” kata Ati 

Ia menjelaskan, penguatan pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta. Seluruh penumpang yang datang, khususnya dari wilayah endemis, menjadi sasaran pemeriksaan awal kesehatan.

“Nah, semua orang-orang yang datang, terutama dari daerah-daerah endemis, tentu akan dilakukan skrining. Sama halnya seperti (menghadapi) COVID-19,” kata dia.

Meski demikian, Ati menegaskan mekanisme pengawasan terhadap virus Nipah tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan penanganan COVID-19. Pemerintah, kata dia, masih menyusun prosedur yang lebih spesifik sesuai karakteristik penyakit.

“Nanti mesti terus disusun, karena kan berbeda halnya dengan COVID-19 dengan Nipah. Mana yang lebih spesifik nanti,” ujarnya.

Ia menambahkan, kewaspadaan ini diperkuat seiring informasi bahwa sejumlah negara mulai meningkatkan status siaga. Pembahasan teknis lintas sektor juga telah dilakukan dan saat ini masih menunggu penetapan langkah operasional lanjutan.

“Kemarin kita baru rapatkan, tunggu tanggal mainnya," kata dia.

Sebelumnya, berdasarkan pemantauan situasi global dan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per 23 Januari 2025 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di West Bengal, India. Hingga saat ini, belum ada laporan kematian.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati menyatakan hingga kini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia.

Sementara itu, dilansir dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI, virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus dan dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.

Editor : Imam Rachmawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network