LEBAK, iNewsLebak.id - Sahur sering dianggap sekadar “makan sebelum imsak”. Padahal, pilihan menu saat sahur sangat menentukan bagaimana tubuh bertahan selama belasan jam tanpa asupan makanan dan minuman. Salah memilih makanan bisa membuat tenggorokan cepat kering, perut mudah lapar, bahkan badan terasa lemas sejak siang hari.
Agar puasa tetap nyaman dan energi lebih stabil, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi saat sahur. Berikut penjelasannya.
Makanan Tinggi Garam
Makanan dengan kandungan garam atau natrium tinggi termasuk yang paling sering memicu rasa haus berlebihan saat puasa.
Garam bekerja dengan menarik dan menahan cairan dalam tubuh. Ketika natrium berlebih, tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk menyeimbangkannya. Akibatnya, setelah beberapa jam berpuasa, rasa haus bisa muncul lebih cepat dan terasa lebih intens.
Selain itu, konsumsi garam berlebih juga bisa memengaruhi tekanan darah dan membuat tubuh terasa tidak nyaman.
Beberapa contoh makanan tinggi garam yang sebaiknya tidak dijadikan menu utama saat sahur yaitu acar, mi instan, nugget dan sosis, ikan asin, telur asin, dan makanan kaleng seperti kornet.
Jika ingin tetap mengonsumsinya, sebaiknya dalam porsi kecil dan diimbangi dengan cukup air putih.
Makanan Berminyak
Gorengan memang praktis dan mengenyangkan. Namun saat sahur, makanan yang terlalu berminyak bisa menimbulkan masalah pencernaan.
Lemak dalam jumlah tinggi memperlambat proses pengosongan lambung. Artinya, makanan akan lebih lama dicerna dan bisa memicu rasa begah, kembung, atau tidak nyaman di perut. Pada sebagian orang, makanan berminyak juga dapat menyebabkan diare atau justru sembelit.
Tubuh pun memerlukan energi ekstra untuk mencerna lemak berlebih. Alih-alih terasa bertenaga, justru bisa muncul rasa lemas dan cepat lelah di siang hari.
Beberapa contoh yang sebaiknya dibatasi saat sahur adalah aneka gorengan (tempe, tahu, pisang goreng), kentang goreng, ayam goreng tepung dan makanan cepat saji lainnya. Mengolah makanan dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang biasanya lebih ramah bagi pencernaan saat puasa.
Makanan Manis Berlebih
Makanan manis memang terasa menggugah selera saat sahur. Namun konsumsi gula sederhana dalam jumlah besar justru bisa membuat energi tidak stabil.
Gula sederhana memberikan lonjakan energi secara cepat. Sayangnya, lonjakan ini biasanya diikuti penurunan gula darah yang drastis. Dampaknya bisa berupa pusing, tubuh terasa lemas, sulit fokus, dan rasa lapar yang muncul lebih awal.
Karena itu, makanan manis berlebih sebaiknya tidak menjadi menu utama sahur. Contohnya adalah kue manis, cokelat, minuman bersoda.
Jika ingin rasa manis, pilihan yang lebih seimbang seperti buah segar bisa menjadi alternatif.
Makanan Pedas atau Bersantan
Makanan pedas dapat meningkatkan produksi asam lambung. Pada orang yang memiliki riwayat maag atau lambung sensitif, sahur dengan menu terlalu pedas bisa memicu nyeri perut atau rasa perih yang bertahan hingga siang hari.
Rasa pedas juga dapat menimbulkan sensasi panas dan membuat tenggorokan lebih cepat terasa kering.
Sementara itu, makanan bersantan atau terlalu asam berpotensi menyebabkan kembung dan begah. Lemak santan yang cukup tinggi juga membuat proses cerna lebih berat bagi tubuh.
Beberapa contoh yang sebaiknya tidak berlebihan saat sahur adalah sambal dengan tingkat kepedasan tinggi, ayam gulai, rendang, sayur lodeh atau sayur lain yang mengandung santa, makanan yang terlalu asam dan sayuran tertentu yang mentah seperti kol atau brokoli dalam jumlah banyak.
Menyesuaikan tingkat kepedasan dan memilih olahan yang lebih ringan bisa membantu puasa terasa lebih nyaman.
Minuman Berkafein
Kopi atau teh pekat sering menjadi pilihan untuk mengusir kantuk saat sahur. Namun minuman berkafein memiliki efek diuretik, yaitu merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil.
Efek ini membuat cairan tubuh lebih cepat keluar, sehingga risiko dehidrasi saat puasa menjadi lebih tinggi. Rasa haus pun bisa muncul lebih awal.
Selain itu, kafein juga dapat memengaruhi penyerapan nutrisi tertentu dan pada sebagian orang memicu asam lambung meningkat. Contoh minuman seperti kopi hitam, teh, minuman energi.
Menggantinya dengan air putih yang cukup tetap menjadi pilihan paling aman untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
