Regenerasi sebagai Investasi: Masa Depan Mathla’ul Anwar dan Indonesia Emas 2045

U Suryana
Aceng Murtado, Alumni Mathla'ul Anwar Cikeusik Desa, sejak MI hingga MA, dan Pengurus DPD Himpunan Mahasiswa Mathla'ul Anwar Lebak / foto: istimewa

Jika hari ini kaderisasi berjalan biasa-biasa saja, maka 20 tahun ke depan organisasi akan menghadapi krisis kepemimpinan. Namun jika hari ini kaderisasi dirancang secara serius, sistematis, dan berkelanjutan, maka Mathla’ul Anwar akan memiliki stok elite yang matang secara intelektual, spiritual, dan organisatoris.

Indonesia akan menikmati bonus demografi pada periode 2030–2045. Namun bonus demografi bukanlah jaminan otomatis menjadi kemajuan. Ia bisa menjadi “bonus” jika kualitas sumber daya manusianya unggul, tetapi bisa berubah menjadi “beban” jika generasinya lemah secara kompetensi dan karakter.

Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (HIMMA) bukan sekadar organisasi mahasiswa pelengkap struktur, HIMMA adalah laboratorium kepemimpinan. Karena itu, pengurus besar yang terpilih harus bisa:

1. Mendesain sistem kaderisasi berjenjang dan berkelanjutan

2. Mendorong kemandirian ekonomi kader sebagai basis kekuatan organisasi

3. Memberikan ruang aktualisasi yang nyata bagi kader muda Mathal’ul Anwar

Karena, tanpa kader yang unggul secara intelektual, matang secara spiritual, kuat secara organisasi, dan mandiri secara finansial, sulit membayangkan Mathla’ul Anwar mampu bertahan dalam kompetisi sosial yang semakin kompleks. Maka, muktamar MA ke XXI bukan hanya soal siapa yang terpilih, tetapi bagaimana visi besar organisasi dirumuskan. Dan kepemimpinan yang lahir dari forum ini harus mampu mengintegrasikan tiga agenda utama:

1. Penguatan peran nasional

2. Ekspansi jejaring internasional

3. Konsolidasi kaderisasi melalui HIMMA dan seluruh banom Mathla’ul Anwar

Jika tiga agenda ini dijalankan secara simultan, Mathla’ul Anwar (MA) akan tampil bukan sekadar sebagai organisasi historis, tetapi sebagai kekuatan moral-intelektual yang relevan dengan zaman. Muktamar ke XXI dan Munas ke VI Muslimat Mathla’ul Anwar adalah panggilan sejarah. Melalui muktamar menuntut kedewasaan berpikir, kejernihan visi, dan keberanian mengambil langkah yang strategis. Dan akhiranya di tangan kepemimpinan yang visioner dan kaderisasi yang kuat, Mathla’ul Anwar dapat melangkah lebih jauh menuju peran nasional yang signifikan dan kontribusi internasional yang bermakna.

 

Penulis: Aceng Murtado

(Alumni Mathla’ul Anwar Cikeusik Desa sejak MI hingga MA, dan Pengurus DPD Himpunan Mahasiswa Mathla'ul Anwar Lebak)

Editor : U Suryana

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network