Disnaker Sebut Minat Kerja ke Luar Negeri Meningkat, 223 Warga Lebak Tersebar di 14 Negara

Salsabilla Putri Arlinda
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak, Dedi Lukman Indepur, mencatat minat kerja warga Lebak ke Luar Negeri meningkat. (Foto: Istimewa).

LEBAK, iNewsLebak.id - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak mencatat kenaikan jumlah pekerja migran pada 2025 menjadi 223 orang, meningkat dari 150 orang di tahun sebelumnya. Para pekerja tersebut kini tersebar di 14 negara di Asia dan Eropa. 

Kepala Disnaker Kabupaten Lebak, Dedi Lukman Indepur, menyebut angka tersebut mencerminkan tingginya minat pencari kerja untuk bekerja di luar negeri. Selain peluang kerja yang terbuka, sektor formal dinilai menawarkan pendapatan lebih menjanjikan.

“Jumlah pemberangkatan TKI asal Lebak pada 2025 lebih banyak dibandingkan 2024 yang hanya 150 orang,” kata Dedi.

Ia mengatakan keberangkatan pekerja migran tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran di daerah. 

“Keberangkatan mereka selain membantu ekonomi keluarga juga berdampak pada penurunan angka pengangguran di Kabupaten Lebak,” katanya, Kamis (26/2/2026)

Pemkab Lebak, lanjut Dedi, menggandeng perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang telah memiliki izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan. Hingga awal Januari 2026, tercatat 28 warga kembali diberangkatkan.

“Kami bekerja sama dengan PJTKI itu dalam upaya mengurangi pengangguran, karena minat warga Lebak untuk menjadi pekerja migran cukup tinggi dan terbukti 2025 sebanyak 223 orang dan awal Januari 2026 mencapai 28 orang,” jelasnya.

Negara tujuan penempatan meliputi Arab Saudi, Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang, Turki, Hong Kong, Brunei, Kuwait, Korea Selatan, Qatar, Bulgaria, Uni Emirat Arab, dan Slovakia. 

Mayoritas bekerja di sektor formal seperti perawat bayi, perawat lansia, tenaga rumah sakit, penjaga toko, pabrik, perbengkelan hingga petugas keamanan.

“Para tenaga kerja migran itu memiliki latar belakang pendidikan mulai dari tamatan SMP sampai sarjana (S-1),” ujarnya.

Ia memastikan seluruh pekerja telah melalui proses pembekalan, termasuk kompetensi teknis dan kemampuan bahasa sesuai standar negara tujuan. 

“Kami berharap tenaga pekerja ke luar negeri memiliki kemampuan bahasa, kompetensi, serta sertifikasi sesuai permintaan dari negara tujuan,” ucapnya.

Salah satu calon pekerja migran, Yuli (25) warga Kecamatan Cibadak, mengaku akan berangkat ke Arab Saudi awal Maret 2026 sebagai perawat lansia dengan kontrak tiga tahun. 

“Saya berangkat bekerja ke luar negeri awal Maret 2026 dan ingin mengubah nasib. Hasil gaji nanti selain untuk membantu ekonomi orang tua, juga untuk modal usaha ke depan,” ujar Yuli.

Editor : iNews Lebak

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network