LEBAK, iNewsLebak.id - Tokoh Aktivis Pemuda Kabupaten Lebak, M Febi Pirmansyah mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki pelaksanaan proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak.
Pasalnya, diduga kuat proyek tersebut jadi ajang bancakan sejumlah oknum.
"Saya mendapatkan informasi, bahwa pada proyek gedung KDMP itu terkesan jadi ajang bancakan, ada bagi-bagi jatah dari tingkat regional, daerah, sampai tingkat bawah. Nominalnya cukup pantastis. Walaupun itu baru sebatas isu, tapi penting untuk menjadi perhatian semua pihak," kata FebI, Selasa (03/03/2026).
Kata Febi, berdasarkan data bahwa biaya per unit untuk bangunan fisik, gerai, dan gudang KDMP itu berkisar kurang lebih Rp 1,6 miliar. Namun menurut informasi pada pelaksanaan di lapangan anggaran yang digunakan berkisar antara Rp 700 juta sampai Rp 800 juta.
Menurut Febi, jika di Kabupaten Lebak ini terdapat 340 Desa dan 5 kelurahan dengan rata-rata anggaran yang hilang sebesar itu, maka kerugian Negara bisa mencapai ratusan miliar.
"Kondisi ini sangat memprihatinkan, sehingga selayaknya KPK segera turun tangan mengingat anggarannya juga cukup besar dan berpotensi merugikan keuangan negara," tegasnya.
Febi menerangkan, berdasarkan Inpres No. 17 Tahun 2025, Presiden menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sebagai pelaksana utama pembangunan fisik 80.000 gerai dan gudang Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.
Namun, nyatanya di lapangan khususnya di Kabupaten Lebak yang melaksanakan kegiatan pembangunan hanya kontraktor lokal saja yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan yang ditunjuk presiden.
"Banyak yang rancu dalam pelaksanaan proyek KDMP ini. Oleh karena itu, kami akan bersurat ke PT Agrinas Pangan Nusantara untuk beraudiensi dan juga akan menyurati KPK untuk mengungkap persoalan ini," tegas Febi.
Menurutnya, program KDMP sejatinya merupakan terobosan besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi desa dan mendorong kemandirian masyarakat.
Seharusnya, kata Febi, program ini dilaksanakan secara maksimal sebagai bentuk dukungan agar KDMP ini bisa berjalan sebagaimana tujuannya untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan swasembada pangan yang dicanangkan Presiden.
"Saya sendiri sangat mendukung program bapak presiden, oleh karena itu agar KDMP ini bisa dirasakan manfaatnya secara maksimal, langkah-langkah yang kami lakukan ini sebagai bentuk dukungan yang nyata," pungkasnya.
Editor : U Suryana
Artikel Terkait
