LEBAK, iNewsLebak.id - Selama Ramadan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan jam istirahat. Waktu makan yang terbatas membuat asupan nutrisi harus lebih diperhatikan. Tidak sedikit orang yang mengeluhkan tubuh mudah lemas, kurang fokus, atau lebih rentan terserang flu saat puasa.
Selain menjaga pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, sebagian orang memilih menambahkan suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Beberapa vitamin dan mineral diketahui berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan energi selama menjalani puasa.
Berikut beberapa jenis vitamin yang umum direkomendasikan untuk dikonsumsi saat Ramadan, beserta cara minumnya.
1. Vitamin D
Vitamin D dikenal berperan dalam menjaga fungsi sistem imun. Nutrisi ini membantu tubuh mengatur respons kekebalan sehingga risiko infeksi, terutama gangguan saluran pernapasan, dapat ditekan.
Saat berpuasa, aktivitas di luar ruangan terkadang berkurang. Paparan sinar matahari sebagai sumber alami vitamin D pun bisa lebih sedikit. Di sisi lain, perubahan pola makan juga memengaruhi asupan vitamin dari makanan.
Karena termasuk vitamin larut lemak, vitamin D sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat. Sahur atau waktu berbuka menjadi pilihan yang tepat, misalnya saat mengonsumsi telur, ikan, alpukat, atau kacang-kacangan.
Menghindari konsumsi saat perut kosong dapat membantu mencegah rasa tidak nyaman pada lambung. Dosisnya perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan atau petunjuk pada kemasan suplemen.
Vitamin B kompleks terdiri dari beberapa jenis vitamin B, seperti B1, B2, B6, dan B12. Kelompok vitamin ini berperan dalam proses metabolisme, yaitu mengubah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi yang dapat digunakan tubuh.
Saat puasa, jeda makan yang panjang dapat membuat tubuh terasa cepat lelah, terutama jika asupan nutrisi saat sahur kurang optimal. Vitamin B kompleks membantu memaksimalkan pemanfaatan energi dari makanan yang dikonsumsi, sehingga stamina lebih terjaga.
Karena juga larut air, vitamin B kompleks dapat dikonsumsi saat sahur untuk mendukung aktivitas sepanjang hari, atau saat berbuka agar cepat terserap.
Mengonsumsinya bersama makanan seperti telur, ikan, kacang, dan biji-bijian dapat membantu mengurangi risiko mual. Dosis harian sebaiknya mengikuti anjuran pada kemasan atau rekomendasi dokter.
3. Zinc
Zinc merupakan mineral esensial yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Mineral ini membantu aktivasi sel T, salah satu komponen penting dalam melawan infeksi.
Selama puasa, asupan nutrisi yang terbatas berpotensi memengaruhi kondisi fisik dan konsentrasi. Zinc berperan dalam berbagai fungsi enzim dan metabolisme, sehingga membantu menjaga energi serta kesehatan tubuh secara umum.
Waktu konsumsi zinc yang dianjurkan adalah saat sahur atau berbuka, bersama makanan yang mengandung protein seperti daging, makanan laut, kacang-kacangan, atau susu. Mengonsumsi zinc dalam keadaan perut kosong dapat memicu rasa mual pada sebagian orang. Takaran hariannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu dan petunjuk medis.
4. Vitamin C
Vitamin C memiliki peran sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif. Kondisi ini bisa meningkat ketika tubuh mengalami perubahan pola makan dan asupan cairan selama berpuasa.
Selain itu, vitamin C juga mendukung produksi sel darah putih yang penting dalam melawan infeksi. Asupan yang cukup dapat membantu mencegah keluhan seperti mudah lelah, pusing, atau gejala flu ringan.
Karena bersifat larut air, vitamin C relatif mudah diserap tubuh. Konsumsinya bisa dilakukan saat sahur maupun berbuka. Sumber alami seperti jeruk, stroberi, dan pepaya bisa menjadi pilihan, atau melalui suplemen sesuai kebutuhan.
Bagi yang memiliki lambung sensitif, sebaiknya vitamin C tidak diminum dalam kondisi perut kosong. Kebutuhan harian orang dewasa umumnya berada pada kisaran yang dianjurkan secara medis, sehingga penting untuk tidak mengonsumsi secara berlebihan.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
