LEBAK, iNewsLebak.id - Penutupan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan tindakan yang cukup evaluatif.
Tetapi di kalangan pendidikan termasuk warga penerima manfaat mengharapkan adanya kejelasan komparatif dalam penanganan kejadian tersebut.
Menurut Praktisi Pendidikan Kabupaten Lebak, Hida N Hidayat, pemberian sanksi penutupan baik sementara maupun permanen terhadap Dapur SPPG atas sebuah kesalahan perlu juga mempertimbangkan proses grafik perkembangan gizi anak sekolah.
Kata Hida, Anak sekolah dengan tidak lagi menerima MBG sekian waktu tentu berpengaruh terhadap proses perkembangan gizi anak, pada akhirnya proses penutupan dalam waktu yang relatif tidak menentu telah berkontribusi terhadap semangat Pak Presiden dalam melaksanakan Program pemberian makanan gizi terhadap anak-anak sekolah, Ibu Hamil dan juga Ibu menyusui.
"Harapan kami manakala ada kesalahan dari pihak SPPG, metode penanganannya tidak perlu berlarut, minimal satu hari sudah selesai, kecuali kesalahannya fatal atau sering dilakukan sengaja atau tidak sengaja," ujarnya, Senin (13/4/2026).
Editor : U Suryana
Artikel Terkait
