Tanpa Disadari, 8 Makanan Ini Bisa Bikin Hormon Stres Naik

Rifqi Ramadhan
Ilustrasi seseorang memilih makanan sehat untuk menghindari pemicu hormon stres. (Foto: Istimewa).

LEBAK, iNewsLebak.id – Tanpa disadari, sejumlah makanan dan minuman yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat memicu peningkatan hormon stres atau kortisol dalam tubuh. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini tidak hanya membuat tubuh terasa tegang, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Dalam keseharian, banyak orang tidak menyadari bahwa apa yang dikonsumsi dapat memengaruhi kondisi emosional. Hormon kortisol sendiri berperan penting dalam respons tubuh terhadap stres. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi dalam waktu lama, hal ini dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu peningkatan hormon stres:

1. Kafein Bisa Picu Lonjakan Kortisol

Kafein yang terdapat dalam kopi, minuman energi, hingga soda memang dapat membantu meningkatkan energi. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan hormon stres karena merangsang sistem saraf dan meningkatkan produksi kortisol.

2. Gula Tambahan yang Memicu Fluktuasi Energi

Makanan dan minuman manis seperti permen, es krim, dan minuman kemasan dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Kondisi ini membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menyeimbangkannya, sehingga memicu peningkatan hormon stres.

3. Jus Buah Tetap Perlu Dibatasi

Meski berasal dari buah, jus tetap mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi. Tanpa serat utuh seperti pada buah segar, gula dalam jus lebih cepat diserap tubuh dan dapat memicu respons stres jika dikonsumsi berlebihan.

4. Biji-bijian Olahan yang Rendah Serat

Produk seperti roti putih, pasta, dan nasi putih termasuk dalam kategori biji-bijian olahan. Kandungan serat yang rendah membuat gula darah lebih mudah naik, sehingga dapat memicu peningkatan kortisol.

5. Makanan Tinggi Kalori dalam Waktu Singkat

Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus dapat memberikan tekanan pada tubuh. Proses pencernaan yang berat membuat tubuh merespons dengan meningkatkan hormon stres.

6. Makanan Berlemak Berlebihan

Asupan lemak berlebih, terutama dari gorengan dan daging berlemak, dapat memicu peradangan dalam tubuh. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat berkaitan dengan peningkatan hormon stres.

7. Makanan Ultra-Proses yang Perlu Dibatasi

Makanan ultra-proses seperti keripik, makanan cepat saji, dan daging olahan biasanya mengandung banyak bahan tambahan seperti gula, garam, dan pengawet. Kombinasi ini dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan meningkatkan respons stres.

8. Alkohol yang Membebani Tubuh

Konsumsi alkohol, bahkan dalam jumlah kecil, dapat memicu produksi kortisol. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa mengganggu sistem tubuh karena organ hati harus bekerja lebih keras.

Menjaga Pola Makan untuk Mengontrol Stres

Menghindari makanan pemicu stres bukan berarti harus menghilangkannya sepenuhnya. Kunci utamanya adalah mengonsumsi secara bijak dan seimbang. Memilih makanan yang lebih alami, kaya serat, serta menjaga pola makan teratur dapat membantu tubuh tetap stabil.

Apa yang dikonsumsi sehari-hari ternyata berpengaruh besar terhadap kondisi tubuh, termasuk tingkat stres. Dengan lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman, risiko peningkatan hormon stres dapat diminimalkan sehingga tubuh tetap sehat dan lebih seimbang.

Editor : iNews Lebak

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network