LEBAK, iNewsLebak.id - Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Lebak dimanfaatkan untuk mendorong perempuan lebih aktif menjaga kesehatan keluarga, sekaligus meningkatkan kesadaran deteksi dini penyakit.
Kegiatan yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lebak bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini menekankan bahwa peran perempuan tidak hanya simbol emansipasi, tetapi juga kunci dalam membangun keluarga sehat.
Ketua DWP Kabupaten Lebak, Reri Yoseline, menegaskan peringatan Kartini harus diisi dengan langkah konkret yang berdampak langsung di masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Perempuan harus berdaya dan peduli terhadap kesehatan, baik untuk dirinya maupun keluarga. Ini bagian dari semangat Kartini yang harus terus dilanjutkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas kesehatan keluarga sangat ditentukan oleh peran ibu sebagai penggerak utama di lingkungan rumah tangga.
“Peran ibu sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan keluarga. Keluarga yang sehat akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasehat DWP Kabupaten Lebak, Belia Hasbi Jayabaya, menyoroti pentingnya pencegahan penyakit melalui deteksi dini, terutama kanker serviks dan payudara.
Pemkab Lebak menargetkan sekitar 55 ribu perempuan mengikuti pemeriksaan HPV DNA sebagai langkah preventif.
“Tentunya, perempuan tidak hanya berperan di dalam keluarga, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat,” ucap Belia.
Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten Lebak, dr. Irfan Maulani, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan ibu akan berpengaruh langsung terhadap kualitas keluarga dan masyarakat secara luas.
“Ibu yang sehat akan melahirkan keluarga yang kuat, sehingga berdampak pada kemajuan bangsa,” ujarnya.
Kolaborasi antara DWP, PKK, dan tenaga medis diharapkan mampu meningkatkan pemahaman perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan sejak dini.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
