get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Lebak Klaim Ketersediaan LPG 3 Kg Aman Jelang Ramadan

Jembatan Penghubung Dua Desa di Lebak Ambruk, Sejumlah Pelajar Terjatuh ke Sungai

Kamis, 22 Januari 2026 | 07:00 WIB
header img
Warga mengevakuasi sepeda motor pelajar yang tercebur ke sungai usai jembatan gantung di Lebak ambruk. (Foto: Ist)

Lebak, iNewsLebak.id – Jembatan gantung yang menjadi akses utama warga di Kabupaten Lebak ambruk pada Rabu siang (21/1/2026). Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah pelajar terjatuh ke sungai saat melintasi jembatan sepulang sekolah.

Jembatan yang menghubungkan Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, dengan Desa Sinanghati, Kecamatan Malingping, ambruk sekitar pukul 14.15 WIB. Saat kejadian, lima siswa SMP Negeri 3 Wanasalam sedang melintas menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba, lantai jembatan tidak mampu menahan beban dan ambruk, menyebabkan para pelajar beserta tiga unit sepeda motor jatuh ke aliran sungai.

Kondisi jembatan tersebut diketahui telah lama dikeluhkan oleh warga karena dinilai sudah tidak layak digunakan. Egi, salah satu warga setempat, menyebut kerusakan jembatan sudah terjadi sejak lama dan belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.

“Jembatan itu sudah tua sekali, papan-papannya lapuk dan sering bergoyang kalau dilewati. Warga sebenarnya sudah lama khawatir, tapi belum pernah ada perbaikan. Hari ini akhirnya benar-benar ambruk,” ujar Egi, Rabu (21/1/2026).

Akibat peristiwa tersebut, beberapa pelajar mengalami luka-luka. Dua orang siswa dilaporkan mengalami luka ringan hingga sedang dan mendapatkan perawatan medis. Sementara satu siswa lainnya harus dirujuk ke RSUD Malingping karena mengalami cedera yang cukup serius.

“Tidak ada korban meninggal dunia. Para korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis. Dugaan awal penyebab ambruknya jembatan adalah faktor usia bangunan yang sudah sangat tua,” jelas Febby.

Ambruknya jembatan gantung ini berdampak besar terhadap mobilitas warga. Akses penghubung antarwilayah yang selama ini digunakan masyarakat kini terputus, sehingga warga harus menempuh jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh untuk beraktivitas, termasuk pelajar dan petani.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk membangun jembatan pengganti yang lebih aman, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Editor : Imam Rachmawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut