Berencana Liburan ke Banten? Ini Upacara Adat yang Perlu Kamu Ketahui
LEBAK, iNewsLebak.id – Kabupaten Lebak tidak hanya dikenal dengan kekayaan wisata alam seperti pantai, pegunungan, dan kawasan adat Baduy, tetapi juga tradisi budaya yang masih terjaga hingga kini. Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Banten, mengenal upacara adat setempat dapat menjadi pengalaman tambahan yang memperkaya perjalanan.
Di tengah perkembangan zaman, sejumlah upacara adat di Banten masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan rasa syukur, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur. Keberadaan upacara adat tersebut juga menjadi bukti bahwa nilai budaya masih hidup dan dijaga lintas generasi.
Berikut enam upacara adat Banten yang perlu diketahui wisatawan sebelum berlibur:
1. Seba Baduy
Seba Baduy merupakan tradisi masyarakat Baduy yang dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dan ungkapan rasa syukur. Dalam prosesi ini, warga Baduy berjalan kaki dari wilayah pedalaman menuju pusat pemerintahan untuk menyerahkan hasil bumi. Tradisi ini mencerminkan ketaatan terhadap adat serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.
2. Seren Taun
Seren Taun adalah upacara adat syukuran hasil panen yang menandai pergantian tahun pertanian. Upacara ini biasanya diisi dengan doa bersama, pertunjukan seni tradisional, serta berbagai ritual adat. Seren Taun menjadi simbol kebersamaan dan rasa terima kasih atas hasil bumi yang diperoleh masyarakat.
3. Ngalaksa
Upacara Ngalaksa berkaitan dengan pengolahan hasil panen padi yang dilakukan secara gotong royong. Masyarakat bersama-sama mengolah beras menjadi makanan khas sebagai simbol kesejahteraan. Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat Banten.
4. Ruwatan
Ruwatan dikenal sebagai ritual adat yang bertujuan menolak bala atau membersihkan diri dari hal-hal yang dianggap membawa kesialan. Upacara ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat dan dilakukan dengan doa serta simbol adat tertentu untuk memohon keselamatan dan ketenangan hidup.
5. Panjang Mulud
Panjang Mulud merupakan tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ditandai dengan arak-arakan panjang berisi makanan dan hasil bumi. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta nilai religius yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Banten.
6. Ngabungbang
Ngabungbang adalah ritual mandi di laut yang dilakukan pada waktu tertentu. Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk penyucian diri dan doa keselamatan. Upacara ini biasanya digelar di wilayah pesisir dan masih dijalankan hingga kini oleh masyarakat setempat.
Editor : Imam Rachmawan