get app
inews
Aa Text
Read Next : Tetap Ingin Ngopi Saat Puasa? Ini Cara Aman Agar Tidak Ganggu Kesehatan

Penolakan Menu MBG di SMPN 1 Wanasalam, Kepsek: Hanya Kembalikan Roti Diduga Kadaluwarsa

Sabtu, 07 Maret 2026 | 00:04 WIB
header img
Menu MBG di SMPN 1 Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten / foto: ilustrasi

LEBAK, iNewsLebak.idPenolakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SMPN 1 Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wanasalam 1, pada Kamis, 5 Maret 2026, menuai sorotan berbagai pihak.

Berdasarkan informasi yang beredar, menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri dari empat jenis makanan, yaitu satu butir telur, susu steril, kurma, dan roti. Namun, roti yang diterima sekolah sempat dicurigai telah melewati masa kadaluwarsa karena tidak terdapat label tanggal kadaluwarsa pada kemasannya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 1 Wanasalam, Rois Sovyan, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menolak program Maken Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sekolah hanya mengembalikan roti yang diduga bermasalah untuk diganti dengan yang baru.

"Kami tidak pernah menolak menu MBG. Kami hanya mengembalikan roti yang dicurigai telah lewat tanggal kadaluwarsa, karena tidak ada label masa berlaku pada kemasannya. Roti tersebut kemudian diganti dengan yang baru," ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Kepala SMPN 1 Wanasalam juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Terima kasih kepada pemerintah, program MBG sangat membantu Siswa-Siswi SMPN 1 Wanasalam dalam memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wanasalam 1, Juliana, merespons kejadian tersebut secara positif. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi agar pelayanan makanan kepada siswa dapat lebih maksimal ke depannya.

"Ini menjadi pengingat bagi kami untuk melakukan evaluasi dan lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang. Kami berkomitmen memberikan pelayanan gizi yang lebih baik sesuai harapan Presiden," ungkapnya.

Dengan klarifikasi tersebut, pihak sekolah berharap masyarakat tidak salah memahami kejadian ini, karena tujuan utama dari pengembalian makanan semata-mata untuk memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi bagi para siswa.

Editor : U Suryana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut