Berikut adalah rumus perhitungan THR sesuai dengan Permenaker No. 6 Tahun 2016:
1. Masa kerja 12 bulan atau lebih: THR = 1 bulan upah
2. Masa kerja 1 bulan - kurang dari 12 bulan:THR = (Masa kerja / 12) x 1 bulan upah
Komponen upah yang dimaksud dalam perhitungan THR terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Tunjangan tidak tetap seperti tunjangan transportasi atau makan yang didasarkan pada kehadiran tidak termasuk dalam perhitungan THR.
Cara Hitung THR 2025 untuk Berbagai Status Karyawan
Ilustrasi cara hitung THR. (Foto: Freepik/wirestock)
1. Karyawan Tetap
Masa kerja lebih dari 1 tahun: THR = 1 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap)
2. Masa kerja kurang dari 1 tahun
THR = (Masa Kerja / 12) x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap)
3. Karyawan Kontrak, Part-Time, dan Masa Percobaan (Probation)
Perhitungan THR sama dengan karyawan tetap jika masa kerjanya kurang dari 1 tahun, yaitu: THR = (Masa Kerja / 12) x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap).
4. Freelancer
Pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya.
Pekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan.
Contoh Perhitungan THR 2025
Agar lebih mudah memahami, mari kita simak beberapa contoh perhitungan THR berikut ini:
- Contoh 1: Karyawan tetap bekerja selama 5 tahun dengan gaji pokok Rp4.000.000 dan tunjangan tetap Rp650.000. THR yang diterima adalah Rp4.650.000 (gaji pokok + tunjangan tetap).
- Contoh 2: Karyawan kontrak bekerja selama 8 bulan dengan gaji beserta tunjangan tetap Rp7.000.000. THR yang diterima adalah (8/12) x Rp7.000.000 = Rp4.666.666.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait