“Target kita H-10 harus sudah dalam kondisi baik. Teman-teman sudah berjalan dari kemarin,” katanya.
Selain perbaikan jalan, mitigasi bencana juga menjadi perhatian. PUPR telah berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan longsor.
Upaya tersebut meliputi penyediaan alat berat, personel, serta posko siaga di titik rawan. Tahun ini jumlah posko ditambah menjadi lima titik, termasuk posko baru di Malimping.
Sebanyak 760 personel dan lebih dari 120 unit alat pendukung disiapkan untuk mendukung penanganan dalam situasi darurat. Titik rawan bencana seperti wilayah perbukitan di Bayah–Cikotok, Saketi, hingga akses menuju Gunung Luhur Citorek juga mendapat perhatian khusus.
“Yang rawan bencana itu kan daerah perbukitan, biasanya mungkin nanti yang di Bayah–Cikotok–Batas Jabar (Jawa Barat), Saketi, Malimping juga termasuk salah satu yang punya risiko, termasuk yang akses ke Gunung Luhur Citorek,” ujar Arlan.
Arlan menyebut kondisi jalan provinsi cukup baik dengan tingkat kemantapan mencapai 94 persen. Pemerintah menargetkan pada akhir 2025 kualitas tersebut dapat meningkat menjadi lebih dari 95 persen.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
