LEBAK, iNewsLebak.id - Puluhan warga dari tiga RW di Kelurahan Cijoro, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, membongkar patok palang pintu yang dipasang PT Kereta Api Indonesia (KAI) di sekitar jalur rel, Minggu (15/2/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan atas penutupan akses jalan utama menuju permukiman mereka.
Pembongkaran patok dilakukan karena warga menilai pemasangan tersebut membatasi keluar-masuk kendaraan dan pejalan kaki. Penutupan akses dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas harian masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.
Salah seorang warga Kampung Pasir Pulo, Muhamad Fatwa, mengatakan jalur yang ditutup merupakan akses vital selain jalan bypass. Menurutnya, jalur tersebut selama ini menjadi penghubung utama warga di sejumlah RW.
“Jika akses ini terus ditutup tanpa jalan pengganti, kampung kami bisa terisolasi. Padahal ini jalur utama warga, selain jalan bypass,” ujar Fatwa, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, wilayah yang terdampak meliputi RW 3 Lebak Sambel, RW 4 Babakan, serta RW 6 Pasir Pulo dan Ranca Timah. Selama ini, warga di tiga RW tersebut mengandalkan akses tersebut untuk mobilitas sehari-hari serta distribusi kebutuhan pokok.
Situasi semakin sulit karena jalan bypass yang menjadi alternatif sedang dalam tahap pengecoran. Kondisi itu membuat kendaraan tidak dapat melintas ketika patok rel dipasang.
“Ketika bypass sedang dicor dan akses ini ditutup, kendaraan sama sekali tidak bisa masuk. Aktivitas warga lumpuh,” ucapnya.
Fatwa menambahkan, warga telah menyampaikan permohonan pembukaan kembali akses melalui pihak kelurahan. Surat tersebut ditujukan kepada PT KAI dan Pemerintah Kabupaten Lebak, namun hingga kini belum ada penyelesaian.
“Kami justru mendapat jawaban saling lempar kewenangan. PT KAI menyebut itu kewenangan pemerintah daerah, sementara pemerintah daerah kembali menyatakan sebaliknya,” pungkas Fatwa.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
