Barang yang dicuri di antaranya dua unit infokus, pompa air, mesin pemotong rumput, dan beberapa unit kipas angin. Selain itu, sejumlah kebutuhan harian dan perlengkapan ibadah juga turut digondol pelaku.
“Selain peralatan belajar, kopi, gula, hingga perlengkapan ibadah juga hilang. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta,” katanya.
Pepen mengungkapkan, peristiwa pencurian ini bukan pertama kali terjadi di sekolah tersebut. Sebelumnya, MI Negeri 3 Lebak juga pernah mengalami kejadian serupa.
Menurutnya, keterbatasan sistem keamanan menjadi salah satu faktor kerawanan. Hingga kini, sekolah belum dilengkapi kamera pengawas maupun penjaga malam.
“Kami sudah dua kali mengalami kemalingan. Sekolah belum memiliki kamera pengawas, bahkan penjaga sekolah pun belum ada karena keterbatasan anggaran dan aturan yang tidak memungkinkan merekrut tenaga baru,” ungkapnya.
Pihak sekolah berencana segera melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian. Langkah tersebut diambil agar kasus pencurian dapat ditindaklanjuti secara hukum.
“Kami akan segera membuat laporan resmi supaya kejadian seperti ini tidak terus terulang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak pencurian tersebut pada kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang hilang dinilai sangat dibutuhkan oleh para siswa.
“Kalau dibiarkan terus-menerus, tentu akan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Apalagi yang hilang adalah fasilitas pendidikan,” pungkas Pepen.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
