LEBAK, iNewsLebak.id - Banjir yang merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, dipastikan tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi. Buruknya sistem drainase di kawasan permukiman disebut memperparah sekaligus memperpanjang genangan air.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Sukanta, menyatakan banjir di wilayah tersebut merupakan kejadian berulang setiap tahun. Menurutnya, ketiadaan saluran pembuangan air menjadi persoalan utama yang belum tertangani secara tuntas.
“Banjir ini memang banjir tahunan. Setiap tahun selalu terjadi dan airnya sangat lama surut, bahkan bisa sampai lima bulan. Itu karena tidak ada pembuangan air, tidak ada saluran yang berfungsi untuk mengalirkan air keluar,” ujar Sukanta kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, sistem drainase di lingkungan permukiman warga tidak berfungsi optimal. Akibatnya, air hujan yang turun tidak memiliki jalur keluar dan menggenangi rumah warga dalam waktu lama.
“Tidak adanya saluran pembuangan air inilah yang menjadi penyebab utama banjir di Wanasalam,” tegasnya.
Sukanta menambahkan, kondisi tersebut membuat banjir sulit ditangani meski intensitas hujan tidak ekstrem. Genangan air yang bertahan lama berdampak langsung pada aktivitas dan kesehatan warga.
Untuk mengatasi persoalan itu, BPBD Lebak telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Penanganan darurat difokuskan pada perbaikan serta pembangunan saluran drainase sebagai pembuangan air.
“Kami mengusulkan agar segera dilakukan penanganan. Pimpinan sudah memerintahkan BPBD untuk berkoordinasi dengan PUPR. Saat ini penanganan sedang dilakukan dengan membuat saluran drainase sebagai pembuangan air,” ungkap Sukanta.
Banjir di Kecamatan Wanasalam diketahui merendam sekitar 500 rumah warga. BPBD berharap pembenahan sistem drainase dapat meminimalkan banjir tahunan yang selama ini merugikan masyarakat.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
