LEBAK, iNewsLebak.id - Di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, Suku Baduy masih teguh menjaga warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi paling sakral yang hingga kini terus dijalankan adalah ritual Kawalu.
Kawalu bukan sekadar ritual biasa, ini adalah sebuah upacara adat yang dijalankan oleh masyarakat Baduy untuk membersihkan diri dari hawa nafsu buruk dan memperkuat hubungan spiritual dengan alam serta Sang Pencipta.
Nama “Kawalu” sendiri berasal dari bulan-bulan dalam kalender adat Baduy, yaitu bulan Kasa, Karo, dan Katiga, yang dianggap bulan-bulan suci untuk melakukan penyucian diri.
Digelar 3 Kali dalam Satu Tahun
Uniknya, upacara Kawalu dilaksanakan tiga kali dalam setahun, masing-masing dikenal dengan nama berbeda, yaitu Kawalu Tembey (awal), Kawalu Tengah, dan Kawalu Tutug (penutup). Pada setiap bulan suci tersebut, seluruh masyarakat Baduy melaksanakan puasa satu hari penuh yang dimulai dari malam hari sampai sore hari berikutnya, tanpa makan dan minum seperti biasanya.
Tradisi Kawalu bukan sekadar puasa, ini merupakan rangkaian ritual yang penuh makna. Pada masa Kawalu Tembey, misalnya, masyarakat akan mengganti pakaian dengan yang bersih dan baru, khususnya setelah puasa selesai. Kemudian, mereka melakukan serangkaian ritual adat, seperti membuat saji oleh para perempuan, mandi di sungai sebagai simbol pencucian, serta pembacaan mantra yang dipimpin oleh Puun yang merupakan tokoh adat yang dihormati sebagai pemimpin spiritual. Rangkaian ini diakhiri dengan berbuka puasa bersama.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
