Keluhan serupa juga disampaikan pelajar lainnya, Nuraini. Ia menyebut jenis makanan tertentu lebih cocok dengan kondisi tubuhnya.
“Kalau makan nasi perut sakit, lebih cocok kentang atau ubi,” katanya.
Pihak sekolah membenarkan adanya keluhan yang dialami siswa setelah mengonsumsi menu program MBG. Kondisi tersebut langsung dilaporkan kepada penyelenggara program agar segera ditindaklanjuti.
Kepala sekolah setempat, Mursidi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan SPPG. Sekolah meminta agar menu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebiasaan makan para siswa.
“Kami sudah sampaikan ke pihak SPPG agar menu disesuaikan dengan kondisi siswa,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, SPPG Cilangkahan langsung melakukan evaluasi menu. Pihak penyelenggara mengganti nasi dengan kentang atau ubi sebagai sumber karbohidrat.
Selain itu, lauk laut juga diganti dengan telur dan ayam. Langkah ini dilakukan agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan kesehatan bagi pelajar.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
