LEBAK, iNews Lebak – Rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat di Kabupaten Lebak tercatat masih 6,8 tahun. Angka tersebut menunjukkan tingkat pendidikan warga rata-rata bahkan belum menuntaskan jenjang sekolah menengah pertama (SMP), mencerminkan masih tingginya angka putus sekolah di wilayah tersebut.
Data rata-rata lama sekolah tersebut menjadi indikator masih terbatasnya capaian pendidikan masyarakat di Kabupaten Lebak. Sejumlah faktor disebut turut memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya kondisi sosial ekonomi keluarga serta tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, menilai peningkatan rata-rata lama sekolah membutuhkan upaya yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan keluarga.
“Rata-rata lama sekolah kita masih di angka 6,8 tahun. Ini tentu membutuhkan upaya ekstra untuk menyelesaikannya,” kata Doddy, Selasa (3/2/2026).
Untuk mengurangi angka putus sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak mendorong optimalisasi peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Lembaga pendidikan nonformal tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan melalui jalur sekolah formal.
“Solusinya, kita pastikan PKBM yang ada benar-benar bisa membantu menyelesaikan persoalan angka putus sekolah. Bagi yang tidak selesai secara formal, bisa diselesaikan melalui PKBM,” ujarnya.
Selain melalui jalur pendidikan nonformal, upaya peningkatan akses pendidikan juga dilakukan melalui program Sekolah Rakyat yang didorong pemerintah pusat. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan secara optimal.
“Itu juga bagian dari upaya menyelesaikan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan rata-rata lama sekolah di Lebak,” jelas Doddy.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Menurutnya, kebijakan pendidikan gratis yang telah diterapkan pemerintah seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memastikan anak tetap bersekolah.
“Sekolah sekarang sudah gratis. Tinggal hari ini ada kemauan dari para orang tua untuk mendorong anak-anaknya tetap sekolah,” tegasnya.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
