LEBAK, iNewsLebak.id - Puluhan sekolah di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, hingga kini belum menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan siswa dan guru karena program itu sudah berjalan di sejumlah wilayah lain.
Sekolah-sekolah di wilayah Lebak Selatan tersebut masih menunggu kepastian realisasi MBG yang merupakan program unggulan Presiden Republik Indonesia. Hingga awal Februari 2026, belum ada jadwal resmi pelaksanaan di sekolah-sekolah Malingping.
Sejumlah guru mengaku kerap menerima pertanyaan dari siswa terkait keberlanjutan program tersebut. Pertanyaan itu muncul hampir setiap hari di ruang kelas maupun saat jam istirahat.
“Anak-anak sering menanyakan kapan makan bergizi gratis itu ada di sekolah kami. Mereka sudah menunggu lama,” ujar salah seorang guru saat ditemui iNewsBanten, Rabu (4/2/2026).
Para guru menyebut situasi tersebut membuat mereka berada dalam posisi sulit. Sebelumnya, pihak sekolah sempat menerima kunjungan perwakilan dapur MBG yang menyampaikan rencana pelaksanaan program.
“Kami sampaikan ke siswa kalau sebentar lagi MBG akan berjalan. Anak-anak waktu itu terlihat sangat riang dan antusias. Tapi sampai sekarang belum juga ada. Kadang kami malu sendiri, seolah dianggap membohongi siswa,” ungkapnya.
Kondisi ini turut dirasakan oleh para siswa yang berharap mendapat manfaat langsung dari program tersebut. Salah satunya Destri, siswi kelas VI SDN 1 Sumberwaras.
“Saya dan teman-teman di SDN 1 Sumberwaras sudah lama menunggu makan siang bergizi gratis itu. Tapi sampai sekarang belum ada juga,” kata Destri.
Destri mengaku sering mendengar cerita dari siswa sekolah lain yang telah lebih dulu menerima MBG. Cerita tersebut semakin memunculkan harapan agar program segera direalisasikan di sekolahnya.
“Katanya di sekolah lain sudah dapat makan gratis, sementara kami di sini belum. Kami berharap program ini cepat datang ke sekolah kami,” tambahnya.
Belum meratanya pelaksanaan MBG di Kecamatan Malingping menjadi sorotan karena program ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Guru dan siswa berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar tidak menimbulkan kebingungan dan kekecewaan berkepanjangan.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
