Dalam mendukung program KB Pria, Pemerintah Kabupaten Lebak kini bekerja sama dengan Klinik Anggara Rangkasbitung sebagai fasilitas pelayanan vasektomi bagi masyarakat. Selama ini, sebagian besar pria yang menjadi peserta vasektomi melakukannya atas permintaan istri, terutama dalam kondisi kesehatan istri yang tidak memungkinkan kembali menjadi akseptor KB.
Saat ini, pemerintah daerah terus menggencarkan sosialisasi KB Pria sebagai salah satu langkah strategis untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus menekan angka kematian ibu di Kabupaten Lebak.
Vasektomi sendiri merupakan metode kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan memutus saluran sperma dari buah zakar (testis). Prosedur ini tergolong operasi kecil, dilakukan tanpa pisau, serta tidak mengganggu fungsi seksual maupun keharmonisan rumah tangga.
Melalui peningkatan partisipasi pria dalam program KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), pemerintah berharap minat masyarakat terhadap KB Pria dapat meningkat dan berkontribusi pada pengendalian kependudukan.
Data DP2KBP3A Kabupaten Lebak mencatat, jumlah pria yang menjalani vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP) pada 2024 mencapai 60 orang. Namun, pada 2025 jumlah tersebut mengalami penurunan menjadi 38 orang.
Salah seorang warga Rangkasbitung, Rijal (35), mengaku menjadi peserta vasektomi karena kondisi kesehatan istrinya yang tidak memungkinkan kembali mengikuti program KB. Pasangan suami istri tersebut telah dikaruniai tiga orang anak.
“Kami merasa kasihan melihat istri sakit, sehingga ikhlas divasektomi,” katanya.
Editor : Imam Rachmawan
Artikel Terkait
