Mengapa Beberapa Negara Melarang Perayaan Valentine? Ini Penjelasannya

Salsabilla Putri Arlinda
Ilustrasi negara yang melarang perayaan Valentine. (Foto: Pixabay)

Selain itu, media massa dilarang mempromosikan atau menayangkan konten yang berkaitan dengan Valentine. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran sebagian pihak bahwa perayaan tersebut tidak sesuai dengan norma sosial dan agama yang berlaku di negara tersebut.

2. Iran

Di Iran, pemerintah secara tegas melarang produksi, distribusi, serta promosi barang-barang yang berkaitan dengan Valentine. Produk seperti kartu ucapan bergambar hati, boneka, hingga suvenir bertema kasih sayang tidak diperbolehkan dipasarkan secara terbuka.

Kebijakan ini didasari pandangan bahwa Valentine dianggap sebagai tradisi yang berasal dari Barat dan tidak selaras dengan nilai budaya serta ajaran Islam yang dianut negara tersebut. Otoritas setempat berupaya membatasi penyebaran simbol-simbol Valentine agar tidak menjadi tren luas di masyarakat.

3. Uzbekistan

Di Uzbekistan, pemerintah tidak secara langsung mengeluarkan undang-undang nasional yang melarang Valentine. Namun, sejak beberapa tahun lalu, otoritas pendidikan mengeluarkan arahan agar perayaan tersebut tidak dilakukan di lingkungan sekolah.

Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga nilai budaya lokal dan mendorong generasi muda untuk lebih menghargai tradisi nasional dibanding mengadopsi perayaan yang dianggap berasal dari luar.

Editor : iNews Lebak

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network