Kebiasaan Makan Terlalu Cepat
Faktor lain yang sering tidak disadari adalah kebiasaan makan terlalu cepat saat berbuka. Ketika rasa lapar memuncak, banyak orang makan tanpa memberi jeda pada tubuh.
Padahal, sinyal kenyang dari lambung membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai ke otak. Jika makanan terus masuk tanpa jeda, jumlah kalori yang dikonsumsi bisa jauh lebih banyak sebelum tubuh merasa kenyang. Akibatnya, porsi makan menjadi tidak terkontrol dan berpotensi meningkatkan berat badan.
Aktivitas Fisik Cenderung Berkurang
Perubahan pola aktivitas selama Ramadan juga turut memengaruhi berat badan. Banyak orang memilih mengurangi kegiatan fisik karena khawatir merasa lemas saat berpuasa.
Akibatnya:
-Aktivitas harian menjadi lebih sedikit
-Olahraga jarang dilakukan
-Waktu lebih banyak dihabiskan untuk duduk atau beristirahat
Ketika energi yang dibakar tubuh berkurang sementara asupan makanan meningkat saat malam hari, keseimbangan kalori menjadi tidak seimbang. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak.
Puasa Tidak Otomatis Menurunkan Berat Badan
Puasa memang dapat membantu memperbaiki pola makan, tetapi bukan jaminan berat badan akan turun secara otomatis. Penurunan atau kenaikan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk dan energi yang digunakan tubuh.
Agar berat badan tetap terjaga selama Ramadan, beberapa hal berikut bisa menjadi perhatian:
-Mengatur porsi makan saat berbuka dan sahur
-Tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis
-Memberi jeda antara takjil dan makanan utama
-Tetap melakukan aktivitas fisik ringan
-Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
Dengan pola makan yang lebih terkontrol serta aktivitas yang tetap terjaga, Ramadan justru bisa menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
