Untuk keamanan tambahan, matikan MCB listrik utama, lepaskan regulator gas, dan pastikan kompor dalam keadaan mati. Jangan lupa menutup keran air untuk mencegah kebocoran atau genangan.
Langkah ini penting untuk menghindari risiko korsleting listrik, kebocoran gas, maupun kebakaran saat rumah kosong.
5. Amankan Barang Berharga
Barang berharga seperti uang tunai, perhiasan, atau dokumen penting sebaiknya tidak ditinggal di rumah. Menyimpannya di tempat yang lebih aman, seperti bank, bisa menjadi pilihan.
Jika harus disimpan di rumah, letakkan di tempat tersembunyi yang sulit dijangkau dan tidak mudah terlihat.
6. Buat Rumah Terlihat Tetap Berpenghuni
Rumah yang gelap dan sepi cenderung lebih rentan menjadi sasaran kejahatan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, gunakan lampu otomatis yang dapat menyala pada waktu tertentu.
Menaruh sandal atau sepatu di depan pintu juga bisa membantu menciptakan kesan bahwa rumah masih dihuni, meskipun sedang ditinggal.
7. Libatkan Lingkungan Sekitar
Keamanan rumah juga bisa diperkuat dengan bantuan lingkungan sekitar. Informasikan rencana mudik kepada tetangga atau petugas keamanan setempat agar rumah bisa ikut dipantau.
Selain itu, mintalah bantuan untuk mengambil paket atau surat yang datang agar tidak menumpuk di depan rumah. Tumpukan kiriman sering menjadi tanda bahwa rumah sedang kosong. Jika memiliki hewan peliharaan, pertimbangkan untuk menitipkannya atau meminta bantuan tetangga untuk mengecek kondisi secara berkala.
8. Lakukan Pemeriksaan Akhir
Sebelum benar-benar berangkat, lakukan pemeriksaan terakhir. Pastikan semua pintu sudah terkunci, perangkat keamanan aktif, serta tidak ada hal yang terlewat. Pengecekan ulang ini bisa membantu memastikan bahwa rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggal dalam waktu cukup lama.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
