Ia juga menyinggung bahwa kondisi serupa pernah terjadi sebelumnya, baik dalam kegiatan resmi maupun rapat internal pemerintahan.
“Ini sudah yang kedua kali. Bahkan dalam rapat-rapat dinas juga sering ada bahasa yang menurut saya tidak layak,” ungkapnya.
Meski demikian, Amir memastikan dirinya tetap menjalankan peran sebagai wakil kepala daerah dan tidak ingin persoalan tersebut mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Saya tetap bekerja. Kasihan masyarakat, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan,” ucapnya.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
