"Kita akan bergerak cepat melayani masyarakat jika menerima informasi bencana kebakaran permukiman, kebakaran kehutanan, krisis air bersih, kerawanan pangan, kekeringan tanaman pangan dan serangan penyakit," kata Sukanta.
Saat ini, BPBD Lebak tengah melakukan langkah mitigasi dengan memetakan wilayah rawan di 28 kecamatan. Pemetaan tersebut mencakup potensi krisis air bersih, kebakaran, kekeringan lahan pertanian, penyakit menular, kerawanan pangan hingga kerusakan infrastruktur.
Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penanganan terpadu bersama OPD terkait. Penanganan krisis air bersih dilakukan melalui distribusi air oleh BPBD dan PUPR, sementara sektor kesehatan ditangani Dinas Kesehatan.
Selain itu, penyaluran bantuan pangan melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan, sedangkan Dinas Pertanian menangani kekeringan lahan melalui pompanisasi.
Untuk potensi kebakaran, penanganan dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan dukungan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan.
BPBD Lebak juga menyiapkan sarana pendukung, mulai dari kendaraan operasional, logistik hingga mobil tangki air bersih untuk menunjang penanganan di lapangan.
"Kami sudah menyiapkan puluhan personel selama 24 jam dengan bergantian sekitar 15 personel per hari untuk memberikan pelayanan masyarakat menghadapi kemarau panjang," ujarnya.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
