Sering Dianggap Picu Panu, Benarkah Mandi Saat Berkeringat Berbahaya?

Rifqi Ramadhan
Ilustrasi mandi saat tubuh masih berkeringat. (Foto: Istimewa).

LEBAK, iNewsLebak.idMandi setelah tubuh berkeringat sering dianggap dapat memicu munculnya panu. Anggapan ini cukup banyak dipercaya, terutama setelah berolahraga atau beraktivitas di bawah terik matahari. Namun, benarkah kebiasaan tersebut berbahaya bagi kesehatan kulit?

Setelah beraktivitas dan tubuh dipenuhi keringat, banyak orang memilih langsung mandi agar terasa lebih segar. Namun, tidak sedikit pula yang ragu karena adanya anggapan bahwa mandi saat berkeringat bisa memicu munculnya panu.

Padahal, panu merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur yang memang sudah ada di permukaan kulit. Jamur ini akan lebih mudah berkembang ketika kondisi kulit lembap dan berkeringat dalam waktu lama.

Benarkah Mandi Saat Berkeringat Menyebabkan Panu?

Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Penyebab utama munculnya panu bukan karena mandi, melainkan kebiasaan membiarkan keringat menempel terlalu lama di kulit tanpa dibersihkan.

Kondisi kulit yang lembap justru menjadi lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tubuh setelah berkeringat menjadi hal yang penting.

Dari sisi kesehatan, mandi saat tubuh berkeringat sebenarnya diperbolehkan. Bahkan, mandi dapat membantu membersihkan keringat, minyak, serta kotoran yang menempel di kulit sehingga risiko infeksi jamur bisa berkurang.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mandi

Meski aman dilakukan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar tubuh tetap nyaman saat mandi setelah berkeringat.

Editor : iNews Lebak

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network