Menurut dia, buruknya sistem drainase di sekitar jalan turut memperparah kerusakan. Air kerap meluap ke badan jalan ketika hujan turun sehingga permukaan jalan semakin cepat rusak.
“Drainasenya rusak dan tidak berfungsi, jadi air naik ke jalan sehingga jalan cepat rusak,” katanya.
Warga, lanjut dia, sempat melakukan perbaikan secara swadaya dengan menimbun sejumlah titik jalan menggunakan puing bangunan.
Selain itu, warga juga pernah menggelar aksi protes simbolik pada 2025 lalu karena jalan tak kunjung diperbaiki.
“Kami pernah membuat replika kuburan di jalan sebagai bentuk kekecewaan. Waktu itu dijanjikan tiga bulan diperbaiki, tapi sampai setahun belum ada realisasi,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan aman dilalui.
“Harapan kami sederhana, jalan ini diperbaiki agar layak dilalui. Kasihan anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari melewati jalan ini,” tutupnya.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
