Selain itu, ikan sapu sapu dinilai memiliki kemampuan berkembang biak lebih cepat dibandingkan ikan lokal sehingga populasinya terus mendominasi perairan.
"Karena dia dominan, makanya populasinya lebih besar dibandingkan lokal, dan dia akan berkuasa," ujarnya.
Meski populasinya dinilai mengkhawatirkan, Dinas Perikanan Lebak mengaku belum memiliki langkah penanganan khusus dan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
"Kita belum mengetahui langkah terutama dari menteri kelautan, tapi ada sosialisasi lah dari kementerian bahwa ikan sapu-sapu sangat itu berbahaya bagi ikan-ikan lokal, mungkin itu saja," katanya.
Winda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu karena ikan tersebut dapat hidup di perairan tercemar dan dikhawatirkan berdampak bagi kesehatan.
"Pilih lah ikan yang aman dikonsumsi bagi kesehatan," pungkasnya.
Editor : iNews Lebak
Artikel Terkait
