Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kenapa Awal Ramadan Bisa Berbeda? Ini Cara Muhammadiyah dan NU Menentukannya
Advertisement . Scroll to see content

Kapan Puasa NU 2025? Siapkan Dirimu Menuju Bulan Penuh Berkah!

Kamis, 20 Februari 2025 | 12:30 WIB
  • author Abi Rama Wicaksono
Kapan Puasa NU 2025? Siapkan Dirimu Menuju Bulan Penuh Berkah!
Kapan Puasa 2025 Menurut NU? Ulasan berikut menjelaskan mengenai versi NU dan Muhammadiyah. (Foto: Unsplash)

Metode Hisab dan Rukyat yang Mendasari Perbedaan Waktu Puasa Di Indonesia

Metode Hisab (perhitungan astronomi) dan metode Rukyat (pengamatan fisik hilal) ini yang menyebabkan ada perbedaan waktu menunaikan ibadah Puasa oleh umat Islam di Indonesia. Kedua metode tersebut sebenarnya sama-sama digunakan dalam menentukan bulan dalam kalender Hijriah. Khususnya, untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah umat Muslim seperti bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Metode Hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah sendiri merupakan metode seperti cara menghitung kalender Hijriah dengan rumus matematika. Tujuannya, untuk menentukan kapan Hilal dimulai, tetapi tanpa harus melihat bulan secara langsung.

Soal metode Hisab yang akurat, itu tergantung bagaimana cara menentukannya. Para ahli astronomi punya cara yang disebut "imkan rukyat", yaitu perkiraan apakah Hilal bisa dilihat atau tidak. Cara ini sebenarnya adalah hasil dari pengamatan hilal dalam waktu yang lama. Nah, cara ini bisa dipakai oleh semua pihak yang menggunakan hisab, jadi semua punya patokan yang sama.

Sedangkan, metode Rukyat oleh NU merupakan metode observasi atau pengamatan secara langsung terhadap Hilal. Cara tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu dengan menggunakan mata telanjang, teleskop, ataupun yang paling canggih menggunakan teleskop yang terkoneksi dengan sensor/ kamera.

Bagi NU, perhitungan hisab itu seperti alat bantu untuk melihat Hilal. Melihat Hilal tidak mungkin dilakukan tanpa perhitungan yang cermat. NU punya cara perhitungan yang lengkap dan modern, yang menggabungkan berbagai metode yang ada di NU yang disebut dengan jama’i (tahqiqy tadqiky ashri kontemporer).

Editor: Imam Rachmawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut