Kawasan Adat Badui Dipadati Pengunjung yang Berburu Buah Durian
“Kami pertama kali berkunjung ke Badui. Ternyata menyenangkan. Bisa melihat jembatan gajeboh yang terbuat dari bambu dan diikat tambang dan bisa dilintasi puluhan orang,” katanya.
Jamal, pedagang durian di permukiman Badui, bersyukur karena panen durian dalam satu bulan terakhir memberikan berkah ekonomi. Ia mengaku pada hari itu sudah menjual sekitar dua ratus buah durian dengan harga enam puluh ribu rupiah per buah.
Sementara itu, Sarman yang merupakan petugas masyarakat adat mengatakan bahwa jumlah pengunjung harian yang datang ke Badui diperkirakan di atas seribu orang. Kebanyakan berasal dari rombongan pelajar, pekerja, dan pasangan muda mudi.
“Kami optimis pengunjung saba budaya bisa terus meningkat hingga perayaan Tahun Baru 2026,” ujarnya.
Editor : Imam Rachmawan