Secara Swadaya, Warga Bangun Jembatan Ambruk Penghubung Dua Desa di Malingping
Kata Abah Uding, pada awal Januari 2026 ini, warga bergotong royong menggunakan batang pohon kelapa sebagai material utama. Dana pembangunan dikumpulkan melalui iuran masyarakat dengan total dana sekitar Rp2,5 juta.
Pada Minggu, 4 Januari 2026, masyarakat Desa Malingping Utara dan Desa Sanghiang kembali melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat untuk kedua kalinya. Pembangunan kembali menggunakan material pohon kelapa dengan dana swadaya yang dikumpulkan secara sukarela.
"Alhamdulillah, dana yang terkumpul kurang lebih Rp2,2 juta," ujar salah satu warga.
Jembatan darurat tersebut memiliki panjang sekitar 7 meter dan lebar 3 meter. Meski bersifat sementara, jembatan ini diharapkan dapat kembali menunjang aktivitas warga, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan pembangunan permanen. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas sosial dan ekonomi antar desa.
Editor : U Suryana