get app
inews
Aa Text
Read Next : Bahagianya Warga Huntara Lebakgedong Dapat Sapi Kurban dari DPRD Banten dan Kadis

Warga Madrasah Banten Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan, Desak DPRD Berlaku Adil

Rabu, 07 Januari 2026 | 18:47 WIB
header img
Ocit Abdurrosyid Siddiq, inisiator pendiri Forum Kepala Madrasah Swasta Provinsi Banten / foto: istimewa

"Pengecualian madrasah dari program digitalisasi, akibat klasifikasi kebijakan. Ini bukan sekadar persoalan teknis administratif, tetapi menyangkut keadilan publik," tegas Ocit.

Warga madrasah berpandangan bahwa pemisahan kewenangan antar-kementerian tidak boleh menghilangkan hak warga negara atas pelayanan pendidikan yang adil. Mereka menilai APBD semestinya dialokasikan berdasarkan kebutuhan peserta didik dan prinsip keadilan warga, bukan semata-mata berdasarkan label kelembagaan.

Dalam pernyataan sikapnya, Warga Madrasah Provinsi Banten mendesak DPRD dan Pemerintah Daerah untuk meninjau ulang regulasi serta kebijakan penganggaran pendidikan agar madrasah diakui sebagai bagian dari objek layanan pendidikan daerah. 

Selain itu, mereka juga mendorong lahirnya kebijakan afirmatif daerah yang memungkinkan penggunaan APBD secara sah, terstruktur, dan berkelanjutan bagi peningkatan mutu madrasah.

"Kami menuntut keadilan kebijakan. Ketika madrasah dituntut mencetak generasi unggul tanpa akses anggaran yang setara, negara sesungguhnya sedang menunda keadilan dan meminta," kata Ocit.

Editor : U Suryana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut