Dinamika Dunia Pendidikan: Siswa dan Guru Saling Lapor, Potret Memprihatinkan Kemerosotan Pendidikan
Penulis : M. Febi Pirmansyah, Aktivis Pemuda/Koordinator Suara Guru Honorer Lebak
LEBAK, iNewsLebak.id - Dunia pendidikan Indonesia kini tengah menghadapi dinamika yang semakin kompleks dan memprihatinkan. Lagi-lagi kabar tak mengenakan datang di dunia pendidikan, dimana diketahui beberapa minggu lalu terdapat dua kabar yang ramai di sosial media terkait siswa dan guru.
Diketahui ada seorang guru di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi bernama Agus Saputra dikabarkan adu jotos dengan beberapa siswa di jambi hingga berujung saling lapor.
Serta selanjutnya yang paling menyedihkan adalah pemberitaan Seorang guru honorer perempuan bernama Tri Wulansari (31) ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap anak di Jambi. Yang padahal Guru tersebut hanya mencoba menerapkan pendidikan kedisiplinan kepada siswa dengan mencukur rambut siswanya yang panjang dan berwarna pirang.
Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman untuk mendidik, membimbing, dan membentuk karakter generasi muda, kini justru sering diwarnai oleh konflik antara siswa dan guru. Fenomena siswa melaporkan guru, guru melaporkan siswa, hingga orang tua melaporkan pihak sekolah semakin sering terjadi dan menjadi cerminan adanya keretakan relasi dalam sistem pendidikan.
Hilangnya Kepercayaan dan Wibawa Pendidikan sebuah kemerosotan dunia pendidikan, Hubungan guru dan siswa sejatinya dibangun atas dasar kepercayaan, keteladanan, dan rasa hormat. Namun dalam praktiknya, relasi tersebut kian rapuh. Guru kerap berada dalam posisi serba salah.
Editor : U Suryana