get app
inews
Aa Text
Read Next : Imlek 2026 Dirayakan di Berbagai Negara, Ini Ragam Tradisi dan Ciri Khasnya

Harga Pangan di Lebak Melonjak, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:01 WIB
header img
Suasana Pasar Rangkasbitung, Lebak, di tengah kenaikan harga pangan. (Foto: Ist)

LEBAK iNews Lebak – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan ini paling terlihat pada daging sapi, sayur, dan bumbu dapur, yang terdorong oleh pasokan yang terbatas akibat cuaca ekstrem. Kenaikan harga membuat daya beli menurun dan pedagang keluhkan sepinya pembeli.

Lonjakan harga paling signifikan terlihat pada daging sapi, yang kini mencapai Rp145 ribu per kilogram. 

Suhandi, pedagang daging sapi di Pasar Rangkasbitung, menyebut bahwa jumlah pedagang dan pembeli di lapak kini menurun drastis.

“Biasanya lapak daging ramai, sekarang jauh berkurang. Dari belasan pedagang, tinggal beberapa saja yang masih buka. Pembeli juga jauh lebih sepi,” ujar Suhandi, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, penjualan kini jauh menurun karena masyarakat mulai membeli seperlunya dan stok baru sulit masuk ke pasar.

“Sekarang orang beli seperlunya saja. Stok juga masih pakai yang lama karena pasokan baru susah masuk. Kalau kondisi begini terus, jelas kami yang di pasar paling terdampak,” kata Suhandi.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada daging sapi, tetapi juga sayuran dan bumbu dapur. Andri, pedagang sayur, menjelaskan bahwa hampir seluruh komoditas mengalami penyesuaian harga akibat terganggunya produksi di tingkat petani.

“Cabai sekarang harganya naik semua. Cabai oranye tembus Rp80 ribu per kilo, cabai rawit hijau sampai Rp60 ribu. Padahal sebelumnya masih jauh lebih murah,” ungkap Andri.

Ia menambahkan, kenaikan juga terlihat pada tomat, buncis, dan bumbu dapur lainnya. Gangguan pasokan dan cuaca ekstrem yang berlangsung cukup lama menjadi faktor utama, karena banyak kiriman dari daerah produksi menurun dan biaya distribusi meningkat.

“Banyak kiriman dari daerah produksi berkurang. Hujan terus bikin panen rusak, belum lagi ongkos angkut ikut naik. Akhirnya harga di pasar ikut terdorong,” jelas Andri.

Para pedagang berharap pihak terkait dapat mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga. Mereka menekankan bahwa jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya pedagang yang akan terdampak, tetapi masyarakat kecil juga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Editor : Imam Rachmawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut